Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 5 Agustus 2017 | 05:18 WIB
  • Naluri Bisnis PSG dan Efek Bola Salju Transfer Neymar

  • Oleh
    • Zaky Al-Yamani
Naluri Bisnis PSG dan Efek Bola Salju Transfer Neymar
Photo :
  • REUTERS/Christian Hartmann
Momen perkenalan Neymar bersama PSG
File Not Found

VIVA.co.id – Setelah melalui proses negosiasi panjang, bintang Barcelona Neymar Jr akhirnya resmi bergabung ke Paris Saint Germain (PSG) di bursa transfer musim panas ini.

Raksasa Prancis itu berhasil merekrut Neymar setelah sanggup memenuhi klausul pelepasan bintang Brasil tersebut dari Barcelona dengan harga €222 juta.

Transfer senilai €222 juta (Rp3,4 triliun) ini membuat Neymar menjadi pemain termahal di dunia. Mengalahkan harga Paul Pogba, Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale.

Mega transfer Neymar ke PSG cukup menyita perhatian dan komentar banyak pihak. Salah satunya datang dari manajer Arsenal, Arsene Wenger, yang menilai transfer itu tak masuk akal.

Tim kaya raya asal Prancis itu dinilai melanggar aturan Financial Fair Play (FFP). Sebab awalnya FFP dibuat UEFA untuk menciptakan keadilan di antara klub-klub sepakbola.

Mudahnya, dana belanja klub harus seusai dengan seberapa besar pemasukan, bukan ditentukan banyaknya dana sang pemilik klub. Mengingat banyaknya klub Eropa yang dimiliki para miliuner.

"Menurut saya, ini adalah konsekuensi kepemilikan klub yang sudah mengubah total tatanan sepakbola dalam 15 tahun terakhir," kata Wenger seperti dilansir Independent.

Manajer asal Prancis itu menilai transfer Neymar sudah tidak masuk akal, dan baginya sepakbola bukan tempat untuk berinvestasi. Itu juga yang membuat Wenger tidak terlalu belanja jor-joran bersama Arsenal.

"Angka-angka yang terlihat hari ini melibatkan gairah, harga diri, dan minat publik, dan anda jadi tidak bisa lagi berpikir secara rasional. Anda tidak bisa membenarkan investasi, itu tidak biasa untuk permainan ini," ujarnya.

"Itulah mengapa saya selalu mendukung sepakbola tetap hidup dengan sumber dayanya sendiri. Terlepas dari itu, kita tidak lagi berada di periode yang berpikir 'kalau saya berinvestasi, saya akan mendapatkan hasilnya'. Kita sudah di luar dari itu," lanjut eks pelatih AS Monaco ini.

Kritikan juga datang dari manajer Liverpool, Juergen Klopp. Dia melihat FFP hanya sebagai saran belaka bukan sebuah aturan. Karena, transfer Neymar menjadi bentuk pengecualian terkait aturan tersebut.

"Ada klub yang bisa membayar biaya sebesar itu. Semua orang tahu itu. Saya pikir Finansial Fair Play dibuat sedemikian rupa sehingga situasi seperti ini tidak mungkin terjadi," kata Klopp dilansir ESPN.

"Tapi itu lebih berupa saran ketimbang berupa aturan, saya tidak tahu dan tidak mengerti. Saya tidak tahu bagaimana situasi ini bisa terjadi," lanjutnya.

 

 

Selanjutnya: Naluri Bisnis PSG di Balik Transfer Fantastis Neymar

File Not Found