Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 11 Agustus 2017 | 00:10 WIB
  • AS Versus Korut, Silat Lidah Berujung Ancaman Perang

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Dinia Adrianjara,
    • Ezra Natalyn
AS Versus Korut, Silat Lidah Berujung Ancaman Perang
Photo :
  • Reuters/Joshua Roberts
Warga AS berdemo di depan Gedung Putih, menolak perang dan meminta diplomasi.
File Not Found

VIVA.co.id – Presiden AS, Donald Trump, yang sering kali meluapkan emosinya dengan kalimat yang sembarang, kali ini kena batunya. Komentarnya mengenai Korea Utara berbuah ancaman perang serius dari Pyongyang.

Tingginya ketegangan antara dua negara ini dimulai sejak Jumat malam, 28 Juli 2017. Ketika  Korea Utara untuk kedua kalinya meluncurkan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM). Amerika Serikat, Rusia, Jepang, dan Korea Selatan, memantau serius uji coba ini.  Rudal ini merupakan jenis terbaru, mampu meluncur dengan jarak jangkauan 1.000 kilometer dengan kecepatan tempuh hingga 3.700 kilometer.

Pemerintah Korea Utara mengklaim, rudal balistik itu mampu menjangkau seluruh wilayah daratan di Amerika. Rudal itu diluncurkan Korea Utara hanya beberapa jam setelah pemerintah AS menyetujui RUU tentang pemberian sanksi baru pada Korea Utara.

Sanksi itu direspons Korea Utara dengan agresif. Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat Jenderal Mark Milley, mengakui kemampuan rudal balistik ICBM milik Korea Utara meningkat pesat, lebih cepat dari yang diperkirakan.

Sepanjang pekan, Presiden AS Donald Trump lalu meluapkan emosinya mengenai tindakan Korea Utara melalui akun Twitternya. Ia berulang kali mengeluarkan kalimat bernada ancaman pada negara komunis tersebut. Ancaman Trump juga diulangi oleh Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson. "Kami bukan musuh Anda. Kami bukan ancaman untuk Anda. Tapi Anda terus menampilkan ancaman yang sulit kami terima, dan kami harus meresponnya," ujar Tillerson.

Sikap Trump dan AS yang terus memborbardir Korea Utara dengan kata-kata ancaman sempat disindir oleh media China, Xinhua News Agency. Media ini bahkan meminta Trump untuk bersikap tenang menghadapi aksi Korea Utara. Xinhua juga memperingatkan, cuitan Trump bisa menyebabkan perang. "Apa yang dibutuhkan Semenanjung adalah segera memadamkan api, tidak menambahkan kayu bakar atau, yang lebih buruk lagi, menuangkan minyak ke api," tulis editorial di Xinhua, seperti diberitakan oleh Shanghaiist, 3 Agustus 2017.

Selanjutnya...Eskalasi Hitungan Hari

File Not Found