Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 14 Agustus 2017 | 06:10 WIB
  • Teka-teki Tewasnya Saksi Kunci E-KTP

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Raudhatul Zannah,
    • Eka Permadi
Teka-teki Tewasnya Saksi Kunci E-KTP
Photo :
  • VIVA.co.id/johannesmarliem78
Johannes Marliem, saksi kunci kasus korupsi e-KTP yang diduga tewas di Los Angeles Amerika Serikat.
File Not Found

VIVA.co.id – Penanganan kasus mega korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik, atau e-KTP kembali mendapatkan tantangan. Johannes Marliem, yang disebut-sebut merupakan saksi kunci guna mengungkap seluruh aktor yang terlibat kasus tersebut, dikabarkan tewas pada Kamis 10 Agustus di Amerika Serikat.

Menurut pihak Kepolisian setempat, Johannes yang ditemukan di kediamannya di Beverly Grove, Los Angles, diduga keras tewas bunuh diri. Ia ditemukan tewas dengan luka tembak, yang diduga berasal dari peluru miliknya sendiri.

Dia merupakan provider produk Automated Fingerprint Identification System (AFIS) merek L-1 yang digunakan dalam proyek e-KTP, dan dikatakan memiliki peran penting dalam pengungkapan kasus e-KTP. 

Dikutip dari Weho Ville, Minggu 13 Agustus 2017,  Johannes adalah direktur Biomorf Lone LCC, sebuah perusahaan yang memiliki kantor di India, Indonesia, dan Minneapolis, AS. Perusahaan itu yang membuat program pengelolaan identitas, salah satunya sidik jari otomatis seperti yang didapatkannya dalam proyek e-KTP. 

Dalam wawancaranya dengan salah satu media nasional, Johannes mengaku memiliki rekaman percakapan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam skema pembayaran dan kontrak e-KTP yang dilakukan pemerintah dengan Biomorf. Tidak tanggung-tanggung, rekaman yang disimpan hingga ratusan gigabite. 

Di AS, Johannes bukanlah warga biasa. Dia juga merupakan Chief Executive Officer dan pendiri Marliem Marketing Group, sebuah perusahaan AS yang menjual produk dan layanan di Indonesia. Dia pun pernah tidak asing dalam perpolitikan di AS 

Pada 2013, Minneapolis Star-Tribbune mengungkapkan, Johannes menyumbangkan uang sebesar US$225 ribu dolar untuk perayaan kemenangan Presiden Barack Obama periode kedua. Uang tersebut diberikannya kepada Partai Demokrat yang merupakan pengusung Obama menjadi Presiden. 

Namun, Star-Tribune mengungkap bahwa uang yang disumbangkan Johannes itu dihasilkanya dari pencurian dan penipuan yang dilakukan. Dia pada 2010, mengaku bersalah atas penerbitan cek kosong yang jumlahnya lebih dari US$10 ribu. Para pejabat Partai Demokrat AS, langsung merespons hal tersebut. Sumbangan Johannes yang telah digunakan, pasti tidak akan diterima jika partai tahu dari mana asal uang itu didapatkan. 

Di Indonesia, Johannes merupakan saksi dari kasus korupsi tingkat tinggi yang diduga melibatkan puluhan politisi senior dan beberapa pejabat di pemerintahan. Kasus pengadaan e-KTP tersebut sendiri menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,3 triliun. 

Berikutnya, kematian yang misterius>>>

File Not Found