Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 19 Agustus 2017 | 06:30 WIB
  • Melawan Teror di Barcelona

  • Oleh
    • Ezra Natalyn
Melawan Teror di Barcelona
Photo :
  • REUTERS/Sergio Perez TPX
Lokasi serangan teror di Barcelona, 17 Agustus 2017.
File Not Found

VIVA.co.id – Raja Spanyol, Felipe, bersama rakyatnya terhenyak dengan serangan teror yang terjadi di Barcelona. Kota yang selama ini cerah ceria dengan ramainya turis dan kegiatan ekonomi masyarakat setempat saat itu berubah jadi mencekam saat segerombolan orang melancarkan aksi teror dengan merenggut nyawa-nyawa tak bersalah. 

Namun, rakyat Spanyol – terutama penduduk di Barcelona – menyatakan tidak gentar atas serangan itu. Buktinya, pada Jumat pagi waktu setempat, 18 Agustus 2017, situasi di Kota Barcelona dilaporkan sudah kondusif. Siangnya, ribuan orang sudah meramaikan lagi Las Ramblas – distrik yang menjadi lokasi serangan. Ini bentuk perlawanan mereka atas para teroris, yang selalu berupaya menebar ketakutan dengan serangan nekat mereka.

“Kami tidak takut,” seru sejumlah orang di sana, seperti yang diberitakan Reuters. Meski demikian, aparat melakukan pengetatan keamanan di berbagai objek vital. Polisi berseliweran memeriksa setiap ransel dan tas jinjing milik pelintas sebagai tindakan berjaga-jaga.

Raja Felipe dan Perdana Menteri Mariano Rajoy pun mengunjungi alun-alun utama di Barcelona, untuk memimpin hening cipta secara massal dalam rangka mengenang para korban. Banyak orang juga menaruh karangan bunga dan lilin di sepanjang jalan di Las Ramblas. Sejak Jumat kemarin, Spanyol pun menerapkan masa berkabung nasional selama tiga hari.

Memang tak dinyana, terorisme kembali mengusik Spanyol setelah 13 tahun silam. Serangan teror yang diklaim ISIS itu kali ini menewaskan 13 orang dan lebih dari 100 lainnya menderita luka-luka.

Rentang aksi teror yang mencekam sejak Kamis sore hingga Jumat dini hari waktu setempat itu membuat Spanyol bersiaga.  Meski demikian, aparat melakukan pengetatan keamanan di berbagai objek vital di negara tersebut.

Pada Kamis petang sekitar pukul 17.00 waktu setempat, sebuah mobil van Fiat putih sengaja menabraki kerumunan orang di kawasan Plaza de Catalunya. Aksi teror itu menghilangkan 13  nyawa dan sekitar 100 orang menjadi korban cedera. Ternyata, mobil van terus melaju kencang ke jalur pejalan kaki di Las Ramblas yang terkenal sebagai area turis. Van itu lalu ditinggalkan oleh pengemudi di kaki karya seni Mosaic, buatan artis Joan Miro, sebagaimana dilansir laman The Guardian.

Lebih satu jam setelah kejadian, Kepolisian Catalan memberlakukan protokol antiteroris untuk Barcelona.  Melalui akun Twitter resminya, polisi menyatakan bahwa yang sedang mereka hadapi adalah teroris. Sekitar pukul 19.30 pada Kamis, seorang terduga teroris ditembak mati oleh polisi karena disebutkan mencoba menerobos blokade polisi di kota kecil, Just Desvern.

Insiden belum berhenti tatkala lima orang mencoba melakukan aksi tabrak random yang juga menggunakan van di wilayah Cambrils yang berjarak sekitar 120 Kilometer dari Barcelona. Aksi baku tembak berujung dilumpuhkannya para pelaku. Empat orang langsung tewas di tempat. Sementara satu orang teroris sempat hidup usai ditembus timah panas. Namun kemudian dilaporkan akhirnya tewas.

Disebutkan bahwa para teroris juga menggunakan ikat pinggang yang menyandang bahan peledak dan diduga berencana meledakkan diri. Untungnya mereka cepat dilumpuhkan aparat setempat. Insiden ganda serangan van itu tak lama dirilis masih berhubungan dengan adanya ledakan di sebuah rumah pada Rabu malam, 16 Agustus 2017 di Alcanar yang berjarak 200 Kilometer dari Barcelona.

Pada peristiwa itu, satu orang disebutkan tewas dan 16 orang korban lainnya terluka. Awalnya, ledakan di rumah itu disebut karena adanya kebocoran gas. Namun polisi mengakui patut diduga, ledakan di rumah itu bagian dari rangkaian serangan teror Barcelona.

“Saya sempat melihat ada orang-orang yang terlempar dan lainnya berteriak dan lari berhamburan ke dalam toko-toko mencoba selamatkan diri,” kata salah satu saksi di lokasi teror Barcelona bernama Ali Shirzainia sebagaimana dilansir laman CNN Amerika.

Dia mengatakan, sangat jelas terlihat bahwa van itu sengaja dikemudikan untuk menabrak kerumunan orang dan siapa pun yang bisa disasar. Mobil van putih juga bergerak dengan zig-zag mencoba menghantam orang-orang yang kebanyakan adalah para pelancong.

Media ISIS, Amaq setelah kejadian langsung mengumumkan bahwa aksi teror di Spanyol didalangi oleh para anggotanya. Amaq menyebutkan para prajurit ISIS sedang menunaikan tugasnya sebagaimana adanya mandat dari petinggi ISIS agar para anggota dan simpatisan kelompok radikal itu melakukan serangan di negara-negara Eropa.

Selanjutnya...Korban dari Beragam Negara

File Not Found