Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 23 Agustus 2017 | 05:06 WIB
  • Android Oreo, Juru Selamat Google

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Android Oreo, Juru Selamat Google
Photo :
  • Twitter/@Android
Logo Android Oreo
File Not Found

VIVA.co.id – Mengambil momentum fenomena Gerhana Matahari Total di wilayah Amerika Serikat pada 21 Agustus 2017, Google mengumumkan pembaruan sistem operasi Android. Perusahaan digital raksasa itu menamai sistem operasi mobile terbaru mereka dengan nama Android Oreo. 

Google merilis Android Oreo dengan semangat perbaikan, dan berharap pembaruan yang ada pada Android anyar itu bisa menambah asyik kenyamanan pencintanya. Google paham dengan berbagai masalah yang melanda Android, terutama problem keamanan pada sistem operasi mobile itu.

Untuk itu, dalam keterangan resminya, Google dengan tegas menjanjikan Android Oreo datang dengan fokus peningkatan stabilitas, keamanan, dan daya tahan baterai. Dalam video rilisnya, Google menyebutkan Android Oreo hadir sebagai superhero yang bakal membuat perangkat Android pengguna menjadi lebih pintar, kuat, cepat, dan aman. 

Keamanan menjadi salah satu fokus pada Android 8.0 ini. Google mengakui, memang Android terkenal menjadi korban serangan program komputer jahat atau malware. Belum lama ini saja, terendus malware mata-mata SonicSpy yang sudah menyebar dan menginfeksi lebih dari 1.000 aplikasi di Play Store.  

Sebelum munculnya malware SonicSpy, pada akhir Mei lalu, malware 'Judy' terungkap menginfeksi 36,5 juta perangkat Android. Gambaran ini menunjukkan tingkat risiko keamanan dari Android.

Untuk itu, Google punya senjata baru yang dinamakan Google Play Protect. Vice President Engineering Google, Dave Burke sudah jauh-jauh hari mengatakan tools baru ini menjadi solusi bagi masalah keamanan di Android. 

"Play Protect dibangun pada tiap perangkat yang hadir dengan Google Play. Tools ini selalu diperbarui, dan secara otomatis mengambil langkah untuk mengamankan data serta perangkat Anda. Jadi Anda tak perlu membutuhkan pertolongan," ujarnya dikutip The Inquirer. 

Burke menuturkan, Play Protect punya kemampuan mendeteksi dan menghapus aplikasi yang kemungkinan terendus berbahaya. Google mengatakan, Play Protect tiap hari patroli dengan memindai lebih dari 50 miliar aplikasi tiap harinya.

Play Protect juga memindai lebih dari semiliar perangkat tiap harinya. Play Protect membandingkan perilaku aplikasi pada tiap perangkat dan bisa dengan mudah menemukan aplikasi yang punya perilaku tak biasa. Perisai keamanan pada Android Oreo ini juga membantu menghapus aplikasi yang berperilaku tak biasa itu dari perangkat pengguna.

Bukan hanya itu, Play Protect juga dijanjikan bisa membantu salah satu risiko keamanan paling besar yang dialami pengguna yakni saat smartphone pengguna hilang. 

"Mesin pembelajaran kami akan selalu mengawasi risiko baru," ujar Burke. 

Selanjutnya, Makin Pintar dan Cepat

File Not Found