Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 29 Agustus 2017 | 06:06 WIB
  • Putar Satelit Mati ATM

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Raden Jihad Akbar,
    • Dusep Malik,
    • Afra Augesti,
    • Fikri Halim,
    • Chandra G. Asmara,
    • Shintaloka Pradita Sicca
Putar Satelit Mati ATM
Photo :
  • www.lockheedmartin.co.uk
Satelit A2100 buatan Lockheed Martin
File Not Found

VIVA.co.id – Akhir pekan lalu, ribuan Anjungan Tunai Mandiri, atau ATM sejumlah perbankan nasional mengalami gangguan. Nasabah tak bisa menarik uang dari ATM. Banyak nasabah yang bingung atas gangguan serentak tersebut. Gangguan terjadi yang khususnya pada ATM yang menggunakan jaringan Very Small Aperture Terminal, atau VSAT.

Setidaknya dua ribuan dari total 17.695 ATM PT Bank Mandiri Tbk, mengalami gangguan. 1.500 ATM dari 16 ribu ATM PT Bank Negara Indonesia Tbk, juga bernasib sama. Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, hanya 300 ATM yang terganggu. PT Bank Central Asia Tbk, menjadi korban paling banyak, sepertiga jaringan ATM-nya, atau 5.700 ATM dari total 17.210 ATM mengalami gangguan. 

Korban lainnya, PT Bank Tabungan Negara Tbk. Setidaknya, sekitar 100-an unit ATM, atau hanya sekitar delapan persen dari sekitar 1.900-an ATM milik BTN yang mengalami gangguan sejak Jumat lalu.

Belakangan, musababnya offline ribuan ATM itu adalah gangguan, atau anomali pada satelit Telkom 1. Gangguan mengakibatkan pergeseran pointing antena satelit Telkom 1 dan pada gilirannya berdampak pada semua layanan transponder satelit tersebut terganggu.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, atau Telkom memohon maaf atas gangguan layanan tersebut dan bergerak cepat, berkoordinasi dengan pabrikan satelit Telkom 1, Lockheed Martin, memulihkan kondisi tersebut. Awalnya, gangguan diprediksi bisa diatasi dengan cepat, tetapi sampai Senin petang, kondisi belum kembali ke normal. 

BUMN telekomunikasi itu kemudian memigrasi pelanggan satelit Telkom 1 ke satelit Telkom 2, satelit Telkom 3S lainnya, dan satelit Hong Kong, China, yang punya jangkauan ke area Indonesia. Langkah migrasi ini dilakukan mulai Sabtu 26 Agustus 2017. 

Data Telkom mengungkapkan, jumlah pelanggan satelit Telkom 1 ada 63 klien. Delapan di antaranya merupakan provider VSAT yang punya 12.030 site, lembaga pemerintahan dan perusahaan swasta. Total ada 15 ribu site pada satelit tersebut.

Telkom berupaya mempercepat proses migrasi tersebut. Direktur Utama PT Telkom, Alex J. Sinaga mengatakan, penyediaan dan pengalihan transponder pelanggan satelit Telkom 1 ke satelit lainnya bakal rampung 30 Agustus 2017. 

"Proses repointing antena ground segment akan dilakukan bertahap secara bersamaan, baik dengan pelanggan maupun dengan operator penyedia layanan VSAT hingga 10 September 2017," ucapnya dalam konferensi pers di Graha Merah Putih Telkomsel, Jakarta, Senin 28 Agustus 2017.

Alex menuturkan, prioritas migrasi itu diberikan ke pelanggan lembaga pemerintah dengan pertimbangan terkait dengan pelayanan masyarakat dan memastikan penyelenggara pemerintah tidak terganggu. Prioritas pemulihan selanjutnya, yakni pelanggan perbankan, lembaga penyiaran, dan kemudian baru perusahaan swasta. Telkom menargetkan migrasi sampai ke pelanggan swasta bisa rampung 30 Agustus 2017. 

Langkah cepat berbuah hasil. Sampai Senin siang, data menunjukkan 77 persen dari jumlah pelanggan sudah bisa dimigrasikan ke satelit Telkom 3S dan satelit Telkom 2. Sementara sisanya, 23 persen jumlah pelanggan, Telkom memigrasikan ke satelit asing, yaitu satelit milik Hong Kong dan China. 

Menurut Alex, sampai Senin siang, total ground segment ada sekitar 15 ribu site dan pembaharuan pemulihan sejak 26 Agustus sudah 17 persen. Proses repointing ground segment yang ditargetkan Telkom, yakni 15 ribu site, yang diperkirakan pemulihan seluruhnya selesai pada 10 September 2017.

Kalangan pelanggan perbankan melakukan penyesuaian atas gangguan satelit Telkom yang diluncurkan pada 4 Agustus 1999 itu. 

Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk, Rohan Hafas mengatakan, sambil menunggu langkah dari Telkom, BUMN perbankan mengambil antisipasi memindahkan jaringan ATM berbasis VSAT ke fixed line atau GSM. 

Sedagkan BRI, mengambil langkah mempercepat migrasi jaringan ATM nya di 500 titik ke satelitnya BRISat. Di samping itu, perusahaan pelat merah itu akan mengaktifkan jaringan back up di lokasi yang memungkinkan.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, perusahaan memindahkan, atau kembali me-route sekitar dua ribuan ATM mereka ke jaringan satelit Apstar 5. Lalu, sisanya, ada sebanyak 3.000-an jaringan yang akan dipindahkan ke satelit Telkom 3S.

Sedangkan BNI, berupaya meminta nasabah tetap tenang, karena jauh lebih banyak ATM BNI yang tetap berfungsi normal. Selain itu, nasabah bisa menggunakan fasilitas e-channel BNI lainnya untuk bertransaksi.  

Sementara itu, langkah yang dilakukan BTN, yakni mengganti jaringan ATM dengan modem 4G. Langkah ini diambil karena solusi ini relatif lebih cepat dibandingkan dengan cara lain.

Selanjutnya, biang gangguan>>>

File Not Found