Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 9 September 2017 | 06:12 WIB
  • Melindungi Warisan Nenek Moyang

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Bimo Aria
Melindungi Warisan Nenek Moyang
Photo :
  • REUTERS/Andreas Fitri Atmoko/Antara Foto
Candi Borobudur.
File Not Found

VIVA.co.id – Memiliki 1.340 suku bangsa membuat kekayaan budaya Indonesia begitu luar biasa. Hingga saat ini, cukup banyak Warisan Budaya Indonesia yang sudah diakui dunia, melalui The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Program Warisan Dunia UNESCO sendiri bertujuan menarik perhatian tentang pentingnya melindungi Warisan Budaya yang telah diidentifikasi sebagai komponen penting, dan suatu kumpulan keragaman budaya dan ekspresi kreatif.

Perlu diketahui, Warisan Budaya terbagi menjadi dua, Benda dan Takbenda. Warisan Budaya Benda atau disebut Cagar Budaya adalah hasil kebudayaan yang bisa dilihat dan dirasakan dengan mata dan tangan, misalnya berbagai artefak atau situs yang ada di sekitar kita, mulai dari candi, arsitektur kuno dan lain lain.

Sementara Warisan Budaya Takbenda tak bisa dilihat dengan mata, maupun dirasakan dengan tangan, namun ada di sekitar kita. Contohnya adalah tradisi lisan dan ekspresinya, seni pertunjukan, ritual perayaan dan festival, keterampilan serta pengetahuan.

Cagar Budaya Indonesia yang sudah diakui UNESCO sendiri sudah cukup banyak, di antaranya Candi Borobudur, Candi Prambanan, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Ujung Kulon (1991), Situs Manusia Purba Sangiran (1996), Taman Nasional Lorentz (1999), Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera (2004) dan Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi Filosofi Tri Hita Karana (2012).

Sistem irigasi subak di Pulau Bali.

Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi Filosofi Tri Hita Karana

Sedangkan Warisan Budaya Takbenda meliputi Wayang, Keris (2008), Batik dan Program Pendidikan dan Pelatihan tentang Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), Noken Papua (2012) serta Tiga Genre Tari Tradisional Bali (2015).

Tahun ini pemerintah tengah mengajukan Kota Tua Jakarta dan Sawahlunto sebagai Warisan Dunia. Sementara untuk Warisan Budaya Takbenda, yang diajukan tahun 2017 adalah Kapal Pinisi dari Sulawesi Selatan, dan Pantun akan diajukan tahun 2018 bersama dengan Malaysia sebagai Warisan Budaya Multinasional.

Banyak orang yang lantas mengira bahwa mendaftarkan Warisan Budaya kepada UNESCO merupakan salah satu upaya agar tidak diklaim negara lain. Padahal, menurut Pudentia, anggota Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, justru ketika suatu kebudayaan sudah diakui UNESCO, maka ia bisa menjadi milik siapa saja. Bahkan seluruh generasi-generasi mendatang.

"Kita anggota UNESCO dan tiap sidang ada 190-an anggota negara. Jadi bagus kalau Indonesia punya Warisan Budaya yang ditetapkan, karena itu diplomasi budaya yang luas dan menempatkan Indonesia di tempat yang baik, sebagai negara yang memperhatikan kebudayaannya, yang benar-benar serius," ujar dia saat ditemui di Jakarta, Kamis, 7 September 2017.

Selanjutnya Terancam Punah...

File Not Found