Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 15 September 2017 | 05:20 WIB
  • Ambisi Mobil Murah Jilid Dua Ramuan Jokowi

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Yunisa Herawati,
    • Pius Yosep Mali,
    • Jeffry Yanto Sudibyo,
    • Dian Tami
Ambisi Mobil Murah Jilid Dua Ramuan Jokowi
Photo :
  • ANTARA/Ujang Zaelani
Sejumlah buruh merakit mobil di pabrik PT Honda Prospect Motor, Karawang.
File Not Found

VIVA.co.id – Napas mobil murah di bumi Nusantara sepertinya bakal bertambah panjang. Ini dipastikan setelah Pemerintahan Joko Widodo mulai meramu proyek terbaru bertajuk mobil murah jilid kedua. Proyek tersebut merupakan lanjutan dari program presiden sebelumnya yang dicanangkan Susilo Bambang Yudhoyono, low cost and green car (LCGC) atau Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar (KBH2) pada 2013 lalu.

Menurut skema, LCGC jilid kedua bakal ditawarkan sebagai mobil yang jauh lebih irit bahan bakar ketimbang LCGC tahap pertama. Artinya jika dalam aturan LCGC sebelumnya kendaraan wajib memiliki efisiensi bahan bakar 20 kilometer per liter, kini pada program jilid kedua akan lebih dari itu.

Sikap pemerintahan Joko Widodo yang tampak agresif dengan proyek LCGC memang agak mengejutkan. Sebab dahulu, sewaktu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi adalah orang yang paling keras menolak hadirnya mobil murah. Jokowi menganggap program LCGC merupakan kebijakan yang keliru, karena khawatir justru akan menambah kemacetan di kota-kota besar termasuk Jakarta.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik, Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, punya jawaban mengapa pemerintah memiliki alasan kuat di balik rencana LCGC jilid kedua. Ini berkaitan dengan isu lingkungan, di mana tiap kendaraan yang diproduksi nantinya bisa menghasilkan emisi gas buang rendah dan menekan polusi.

Selain itu diharap proyek ini juga bisa menjadi pemantik produksi kendaraan listrik di dalam negeri, di mana banyak negara juga sudah mulai menerapkannya.

Tetapi tahapan rencana mobil murah jilid kedua masih dalam proses. "Saat ini struktur PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah) masih dibahas bersama Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu," kata Putu kepada VIVA.co.id di Jakarta, Kamis 13 September 2017.

Di balik itu semua, LCGC memang turut menopang perekonomian Indonesia. Sebagai fakta, tengok saja penjualan wholesales LCGC secara nasional di kuartal pertama 2017, berhasil tembus 120 ribuan unit. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, 89 ribuan unit. Penjualan mobil penumpang sepanjang 2016 juga disumbang LCGC sebanyak 228.800 unit dengan pertumbuhan sebesar 38,3 persen.

Artinya memang menjadi cara yang aman bagi pemerintah untuk menggenjot perekonomian, salah satunya melalui proyek LCGC. Apalagi proses produksi LCGC, 80 persen suku cadangnya berasal dari dalam negeri, sehingga mampu menyerap banyak sekali tenaga kerja.

Selanjutnya... Kapan Meluncur?

File Not Found