Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 16 September 2017 | 06:04 WIB
  • Mesin Jahit, Simbol Kekayaan Kini Turun Kelas

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Adinda Permatasari,
    • Putri Firdaus
Mesin Jahit, Simbol Kekayaan Kini Turun Kelas
Photo :
  • VIVA.co.id/Putri Firdaus
Mesin jahit klasik dengan kayuh merek Singer
File Not Found

VIVA.co.id – Ada yang menarik ketika melintasi Jalan Majapahit menuju Harmoni, Jakarta Pusat. Di sudut sebelah kiri perempatan jalan, dekat lampu merah, ada toko dengan eksterior klasik. Sekilas, memang tak ada yang istimewa, namun jika menilik ke sejarah berdirinya, ternyata usia bangunan tersebut sudah lebih dari satu abad, tiga dekade.

Toko bercat putih di pinggir jalan itu sudah ada sejak tahun 1880 atau tepatnya bertahan di sana selama 137 tahun. Meski begitu, bangunan dengan sebuah papan nama bertuliskan Singer dalam huruf kapital berwarna merah terang terpampang di muka toko dan pada dua jendela besar bagian depan yang mengapit pintu vintage berwarna putih, masih berdiri kokoh.

Kesan bangunan kuno pun begitu terasa ketika memasuki toko yang memiliki ruang kursus menjahit di bagian tengah. Sebuah meja resepsionis besar tepat di depan pintu menyambut pembeli datang. Di bagian kanan terdapat display berbagai tipe mesin jahit keluaran terbaru. Sementara di bagian kiri, beragam aksesori dan perlengkapan untuk perawatan mesin jahit tertata di etalase.

Nilai keantikan toko semakin kental dengan beberapa koleksi perabotan jadul yang sengaja diletakkan, seperti mesin tik, pesawat telepon, setrika, hingga replika model mesin jahit lawas. Tak cuma itu, di bagian paling belakang toko, beberapa mesin jahit klasik berjajar rapi dalam kondisi bersih.

Toko mesin jahit Singer di Jl Majapahit No 2A

Perbedaan menonjol fisik mesin jahit dahulu dan kini menunjukkan bahwa alat itu telah mengalami transformasi panjang dan berulang kali dari masa ke masa. Dan berbicara soal sejarah mesin jahit, Sewalot.com membeberkan bahwa beberapa orang di negara Barat pada abad ke-18 telah berusaha menciptakan alat untuk membuat pakaian, namun orang pertama yang mampu menciptakan mesih jahit dengan fungsi baik adalah Elias Howe pada abad ke-19.

Dia pun mematenkan temuannya yang menggabungkan prinsip dasar dengan hasil jahitan dari benang dan jarum yang dapat mengunci kain, pada 10 September 1846 di Amerika Serikat. Perang paten mesin jahit dimulai kala Isaac Merritt Singer menemukan mesin jahit dengan jarum yang digerakkan melalui kayuhan pedal kaki, berbeda dengan penemuan sebelumnya yang menggerakkan jarum dari pinggir menggunakan tangan.

Atas hasil temuan baru itu, Howe menuntut Singer lantaran mengaplikasikan mekanisme jalinan benang yang dia patenkan dan memenangkan tuntutan pada tahun 1854. Akibatnya, Singer wajib membayar royalti paten ke Howe. Jika saja Walter Hunt yang juga menerapkan jalinan dua sumber benang dan jarum berlubang mematenkan temuannya sebelum Howe, sejarah akan sedikit berbeda.

Kendati demikian, mesin jahit sejak saat itu terus bertransformasi, dikembangkan dan dipasarkan oleh banyak perusahaan di Amerika, Eropa hingga Asia, termasuk Indonesia.

File Not Found