Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 18 September 2017 | 06:01 WIB
  • Keruk Untung Perbankan Lewat E-Money

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Fikri Halim,
    • Chandra G. Asmara
Keruk Untung Perbankan Lewat E-Money
Photo :
  • VIVA.co.id
Ilustrasi e-Money
File Not Found

VIVA.co.id – Jejeran mesin tap otomatis berdiri kokoh di gerbang tol dalam kota Jakarta. Upaya ini menjadi salah satu langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam menerapkan Gerakan Nasional Non Tunai atau GNNT.

Tapi sayang, di tengah kampanye tersebut Bank Indonesia justru akan mengizinkan lembaga keuangan penerbit kartu elektronik (e-money) memungut biaya isi ulang. Kebijakan ini dinilai kontraproduktif karena membebani nasabah.

Dalam penerapan biaya isi ulang tersebut, Bank Indonesia berencana mengeluarkan sebuah peraturan Bank Indonesia. Adapun kisaran biaya yang diperkirakan dikenakan per top up sebesar Rp1.500-2.000 seperti usul industri perbankan.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo sebelumnya sempat menyatakan BI memang akan mengizinkan perbankan untuk menarik biaya bagi pengguna uang elektronik yang akan melakukan isi ulang.

Menurut Agus, kebijakan ini dilakukan semata-mata agar seluruh perbankan bisa menyediakan layanan uang elektronik. BI juga berjanji kebijakan ini tetap memperhatikan besaran biayanya dan dijamin tidak akan tinggi.

“Kalau tidak diberikan kesempatan untuk menarik fee, maka untuk mendesak bank besar melakukan penyediaan fasilitas top up dan sosialisasi kurang cepat,” kata Agus, di kantornya, Jakarta, Rabu 31 Mei 2017.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk sebagai salah satu bank penerbit uang elektronik menjamin, tarif yang akan dikenakan untuk biaya isi ulang uang elektronik tidak akan lebih besar dari uang parkir.

“Yang pasti biaya atau fee top up akan lebih kecil daripada uang parkir,” kata Direktur BCA Santoso saat berbincang dengan VIVA.co.id, di Jakarta, Jumat 15 September 2017.

Menurut Santoso, rencana penerapan biaya isi ulang e-money bisa menjadi cara untuk memberikan edukasi masyarakat, terutama implementasi elektronifikasi 100 persen di seluruh jalan tol, dan upaya GNNT yang diinisiasikan BI.

“Kita harus mengedukasi bahwa sistem butuh effort semua pihak, termasuk nasabah karena ada uang elektronik memberikan kemudahan dan kecepatan. Maka kita bersama menggotong ramai-ramai dan kita ambil konsekuensinya,” katanya.

Selanjutnya, Biaya Investasi Perbankan

File Not Found