Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 25 September 2017 | 07:53 WIB
  • Mudahnya Bisnis Syahwat Online

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono
Mudahnya Bisnis Syahwat Online
Photo :
CIncin Kawin
File Not Found

VIVA.co.id – Transaksi yang bisa dilakukan daring (online) kini tidak hanya sebatas barang kebutuhan pribadi dan jasa umum saja, namun sudah meluas ke berbagai jenis. Termasuk hal-hal yang melanggar norma dan aturan.

Contohnya seperti nikah siri secara online. Jasa tersebut ditawarkan oleh Aris Wahyudi, seorang pria yang mengaku lulusan dari universitas terkenal di Inggris.

Pria kelahiran Majenang, Jawa Tengah itu menawarkan jasa nikah siri melalui situs miliknya, www.nikahsirri.com. Dalam situs tersebut, tersedia beberapa kategori yang bisa dipilih. Mulai dari mencari suami, mencari istri hingga mencari penghulu dan saksi.

Namun yang paling membuat heboh adalah kategori lelang perawan dan perjaka. Setiap anggota yang telah mendaftar bisa mengiklankan diri untuk ditawar oleh anggota lainnya.

Menurut Aris, ia membuat situs lelang perawan ini untuk sekadar membantu mereka yang membutuhkan uang dan rela menjual ‘harta’ satu-satunya.

"Situs ini untuk membantu perempuan yang ingin menikah, tapi terkendala karena tak punya uang. Malah ,kalau menikah pun dilakukan secara agama," kata Aris saat ditemui di rumahnya yang berlokasi di Jatiasih, Bekasi.

Menurut Aris, jasa yang ditawarkannya dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, dan bukan bentuk eksploitasi kepada kaum perempuan.

"Banyak mahasiswi yang drop out karena ketiadaan biaya. Kalau mereka punya suami karena nikah siri, pastinya terbantu biaya pendidikannya," katanya.

Tak lama setelah kemunculan situs tersebut, masyarakat yang mengetahui adanya jasa itu langsung melayangkan protes ke Kementerian Komunikasi dan Informasi dan pihak kepolisian.

Setelah mendapatkan laporan, tim Kominfo memutuskan memblokirnya pada Sabtu 23 September 2017 kemarin. Tapi anehnya, hingga keesokan harinya, situs tersebut masih bisa diakses.

Pada Minggu dini hari, Aris diciduk oleh pihak berwajib di rumahnya. Penangkapan itu dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. "Iya, sudah tersangka," kata Argo, Minggu 24 September 2017.

Argo mengatakan, Aris diciduk lantaran keberadaan situs yang dikelolanya menyebarkan konten pornografi, serta menawarkan jasa perjodohan dengan lelang perawan.

Selanjutnya...Sudah ada ribuan orang yang mendaftar

File Not Found