Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 26 September 2017 | 06:02 WIB
  • Mobil Esemka, Kental Nuansa China

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Dian Tami,
    • Agus Rahmat
Mobil Esemka, Kental Nuansa China
Photo :
  • Facebook
Esemka Digdaya 2.0 kepergok tengah diuji coba.
File Not Found

VIVA.co.id – Jejak mobil bercita rasa nasional Esemka kembali menggema. Setelah lama tak ada kabar, kini jenama mobil lokal asal Solo itu, kembali muncul ke permukaan.

Ihwalnya, muncul beberapa foto wujud dari salah satu produk Esemka bernama Digdaya yang ramai menghiasi lini masa beberapa hari terakhir. Mobil ber-genre double cabin itu tepergok tengah diuji coba di jalan raya.

Masyarakat pun langsung bereaksi. Ada yang menyampaikan komentar positif, tak sedikit pula yang mencibirnya.

Digdaya sebenarnya merupakan mobil kreasi Esemka yang bergulir sejak lama. Tercatat sebelum 2010, nama mobil ini masuk dalam daftar gacoan Esemka dan diproyeksikan jadi pilihan menarik masyarakat di Tanah Air.

Pertama kali, mobil ini dirakit oleh SMK 1 Singosari, Kabupaten Malang dan dipamerkan dalam Pameran Produk Indonesia pada 2009 di Kemayoran, Jakarta. Bila edisi terdahulu dibenamkan mesin 1.500cc, generasi terbarunya kini sudah dipercaya menggendong mesin 2.000cc.

Akun media sosial resmi Esemka_Indonesia tak menampik pihaknya hingga kini terus melakukan upaya menghadirkan Digdaya ke pasaran. Seakan tak gentar dengan gempitanya pasar mobil di Tanah Air, Esemka terus melakukan pengembangan, yakni melakukan uji coba. "Percobaan jalan. Jika sudah saatnya kami akan release," tulisnya.

Perakitan mobil Esemka di Solo

Esemka Digdaya. Foto: Dok VIVA.co.id

Saat ini, mobil-mobil Esemka dirakit di pabrik mereka di kawasan Boyolali, Jawa Tengah. Pabrik perakitan berada di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah.

Kini, Esemka dipegang PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH), perusahaan hasil kerja sama AM Hendropriyono dan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK). Esemka juga tercatat sudah mengantongi izin produksi sejak 2016.

"Pabrik perakitan Esemka menggunakan lahan seluas 12 hektare. Secara teknis, tanah tersebut separuhnya merupakan sewaan dan separuhnya lagi milik PT ACEH. Nilai investasinya mencapai Rp2,1 triliun. Ini juga merupakan arahan dari Pak Jokowi," kata Bupati Boyolali Seno Samudro saat berbincang dengan VIVA.co.id beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, Kental Nuansa China

File Not Found