Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 6 Oktober 2017 | 05:56 WIB
  • Isu Politik, Ujian Profesionalisme TNI

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Syaefullah,
    • Eduward Ambarita,
    • Eka Permadi,
    • Agus Rahmat,
    • Yandi Deslatama (Serang)
Isu Politik, Ujian Profesionalisme TNI
Photo :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Gladi bersih HUT TNI ke-72
File Not Found

VIVA.co.id – Langit Cilegon mendadak bak medan tempur. Desingan peluru dan deru mesin jet membuat dada bergetar. Siang itu,  dua jet tempur TNI Angkatan Udara yang tengah patroli diadang dua jet tempur musuh. Mereka saling kejar, bermanuver di udara mencari posisi ideal menembak.

Dua jet musuh terus mengintai dan mengejar target. Celaka, mereka mampu mengunci pergerakan pesawat tempur TNI, dan siap menembak.

Tiba-tiba 'flare' keluar dari lambung jet TNI AU. Rupanya itu untuk mengecoh rudal lawan. Jet TNI bermanuver ke arah kanan atas, berputar dan kini berpindah posisi di belakang jet musuh. Jet tempur TNI kini mengambil alih kendali pertempuran.

Aksi saling kejar dan manuver tak terelakkan. Dua jet tempur TNI mulai mengaktifkan senjata. Target terkunci, dan duumm... pesawat musuh tertembak jatuh.

Di tengah laut, api mulai menyala dari bibir meriam multilaras sejumlah kapal perang RI (KRI), menembakkan ratusan butir peluru memberondong sasaran. Tak berapa lama, sonar canggih KRI RE Martadinata mendeteksi kontak kapal selam musuh di dalam laut. KRI ini memiliki spesialisasi antikapal permukaan, antikapal selam, dan antiserangan udara.

Helikopter Panther yang stand by di atas geladak KRI RE Martadinata langsung take off dari KRI, untuk melaksanakan misi peluncuran torpedo kepada kapal selam musuh. Heli bermanuver di atas laut mencari sasaran kapal selam musuh. Terdeteksi.

Atas perintah KRI, Helikopter Panther merilis torpedo, dan torpedo secara mandiri dengan sensor yang dimilikinya mencari target kapal selam musuh (search pattern). Tak lama, kapal selam musuh ditemukan. Duaaarrr...ledakan torpedo menghentak air laut membumbung ke udara.

Dari arah kiri, datang misi bantuan tembakan udara ke arah musuh di laut. Kali ini, 'Si Elang Biru' F-16 terbang menukik melontarkan fire ke arah laut. Disusul tiga Super Tucano yang terbang dari ketinggian 300 ribu kaki dengan kecepatan 450 km per jam, melemparkan 9 bom MK81 dalam misi bantuan tembakan udara.

Dari darat, dua pucuk meriam 115 caesar TNI AD dari Yonarmed 9 Kostrad, membidik sasaran musuh sejauh 39 km dengan radius ledakan 100 meter. Enam butir amunisi meriam 115 mampu melesat sekaligus dalam waktu satu menit.

Serangan via darat itu belum selesai. Tiga unit tank Arisgator dan sembilan tank Leopard mengarahkan meriamnya ke arah laut membidik sasaran. Dumm... Terakhir, enam unit Rudal Astros membuat Selat Sunda bergemuruh. Betapa tidak, enam unit Rudal Astros memiliki 32 laras yang mampu menjangkau sasaran sejauh 80 km dengan daya ledak seluas 52 hektare.

Itulah sekelumit simulasi perang di Selat Sunda, yang disuguhkan para prajurit TNI di Hari Ulang Tahun TNI ke-72, yang dipusatkan di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis, 5 Oktober 2017. Presiden Joko Widodo didapuk sebagai inspektur upacara dan Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebagai komandan upacara.

Acara yang mengusung tagline 'Bersama Rakyat TNI Kuat' berlangsung sangat meriah. Deretan pejabat negara, tamu undangan, tak ketinggalan ribuan masyarakat tumpah ruah di Dermaga Indah Kiat. Hampir seluruh unsur kekuatan TNI ditunjukkan dalam acara tahunan ini. Acara dimeriahkan oleh demo tempur 5.932 pasukan dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru dan canggih.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, mengatakan peringatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban TNI kepada rakyat dan Presiden sebagai panglima tertinggi militer. TNI menampilkan berbagai bentuk demonstrasi latihan gabungan dan kemampuan serta keterampilan prajurit TNI.

"Pertanggungjawaban dengan memperlihatkan perkembangan alutsista, pasukannya, agar (rakyat) benar-benar mengetahui dan mencintai TNI," kata Jenderal Gatot di Dermaga Indah Kiat, Kamis, 5 Oktober 2017.

HUT TNI ke-72 juga dimeriahkan dengan atraksi terjun payung 72 prajurit TNI gabungan, dan ada juga yang membawa satwa sebagai salah satu bagian dari aksi melumpuhkan sasaran musuh antiteror. Setibanya di darat, mereka langsung melakukan operasi pembebasan sandera oleh kelompok teroris. Para penerjun ditantang dengan mendarat di titik akurasi.

Pasukan dengan kemampuan aksi khusus dari tiga matra pun turut menunjukkan kebolehannya dalam aksi infiltrasi dari laut dan darat. Mereka naik ke atas tower crane setinggi 100 meter melakukan free climbing, menembak, merayap dan rafling. Di laut, pasukan khusus ini melahap semua rintangan sebagai kualifikasi prajurit dengan kemampuan khusus.

HUT TNI kali ini dimeriahkan dengan defile pasukan, sosio drama Jenderal Besar Soedirman yang diperankan langsung oleh sang cucu. Serta parade alutsista TNI dari tiga matra, AD, AL, dan AU.

Selanjutnya...

File Not Found