Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 14 Oktober 2017 | 09:22 WIB
  • Usaha Keras Roti Legendaris Tetap Eksis

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Bimo Aria,
    • Putri Firdaus
Usaha Keras Roti Legendaris Tetap Eksis
Photo :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria
Roti Tan Ek Tjoan
File Not Found

VIVA.co.id – Aneka roti dengan topping, atau lapisan atas dan isi yang modern mulai dari daging asap, abon sapi dan ayam, blueberry, meses aneka warna, hingga krim yang manis dan superlembut seperti es krim tertata rapi di etalase toko Pastry and Bakery. Banyak beragam pilihannya, seperti cokelat, mocca, meses, kelapa, atau keju. 

Tak hanya lewat toko yang didesain begitu mewah, roti dan aneka kue tart kini mulai dipromosikan lewat media sosial, Instagram. Foto-fotonya dipajang, begitu menggugah selera, terlihat lezat dan semakin memikat, karena kue-kuenya dihias bak buket bunga.

Ada juga yang dibuat seperti hewan-hewan lucu berbulu, aneka karakter, dan aneka bentuk. Kreatif, semua berbahan dasar tepung. Tertarik mencicipi, tinggal lihat profil Instagram, tertera nomor telepon dan Whatsapp untuk memesan.

Bisnis Pastry and Bakery semakin modern. Bahkan, kini roti menjadi salah satu makanan yang perkembangannya sangat pesat dan terkenal luas di masyarakat. Perkembangan sejarah roti, konon merupakan perjalanan yang sangat panjang, yakni dimulai sejak 20 ribu tahun yang lalu.

Menurut M. Husin Syabrini, STP, CH, CPC, yang merupakan seorang food technologist dan praktisi di dunia bakery juga pengasuh blog usahabakery.com menyatakan, dari catatan sejarah terungkap, roti berkembang dari daerah Mesopotamia dan Mesir. Sejarah roti, bermula saat manusia mengetahui cara mengkonsumsi gandum.

Pada awalnya, mereka mengonsumsi gandum secara langsung. Namun, beberapa waktu kemudian ditemukan cara yang lebih baik, yaitu dilumat dengan air menjadi pasta, serta dipanaskan di atas api kemudian dikeringkan. Sejak saat itulah sejarah roti dimulai.

Teknik membuat roti seperti ini masih dikembangkan hingga saat ini di berbagai negara, walaupun dengan teknologi yang beragam.

Contoh beberapa produk yang dikembangkan dengan teknik tersebut hingga sekarang adalah: Tortilla di Meksiko, roti canai di India, roti Pita di Timur Tengah, serta roti-roti dengan teknik serupa yang masih dikembangkan hingga sekarang di negara-negara lainnya. Pada umumnya, roti-roti jenis itu dikenal dengan istilah Flat Bread (Roti Datar).

Perkembangan teknologi pembuatan roti di Mesir, kemudian menyebar ke Yunani, hingga akhirnya masuk ke dataran Eropa. Pada saat itu, perkembangan roti mencapai puncaknya di mana roti dan gandum memiliki arti status sosial tertentu.

Roti mewakili strata sosial masyarakat pada saat itu. Semakin gelap warna roti yang dikonsumsi, semakin rendah status sosialnya. Hal ini disebabkan tepung yang berwarna putih sebagai bahan utama pembuatan roti mempunyai harga yang sangat mahal, sehingga hanya masyarakat dengan status sosial tertentu yang mampu membelinya.

Sama seperti zaman dahulu, roti sekarang, juga mewakili strata sosial masyarakat. Roti-roti dengan aneka rasa kekinian, hanya bisa dinikmati oleh orang-orang dengan strata ekonomi yang mapan. 

Namun, di tengah perkembangan usaha bisnis roti yang semakin modern, jangan heran jika saat ini masih ada usaha bisnis roti legendaris yang masih bertahan. Meski bisnis pastry and bakery selalu berkembang, rahasia resep roti legendaris tetap terjaga.

Meski rasanya sederhana, roti-roti legendaris ini, tetap jadi favorit. Bahkan, rasanya yang asli tanpa sentuhan kekinian, selalu bikin kangen lidah para penggemarnya.

Sebut saja, roti-roti buatan pabrik Tan Ek Tjoan, Lauw, dan Guriyana. Tiga merek roti legendaris tersebut, hingga kini masih eksis di Jakarta, dan bisnis usahanya, masih terus berjalan.

Selanjutnya, mereka roti legendaris>>>
 

File Not Found