Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 19 Oktober 2017 | 05:20 WIB
  • Mengungkap Fakta Pembantaian 1965 'Rasa' Amerika

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Lilis Khalisotussurur,
    • Dinia Adrianjara
Mengungkap Fakta Pembantaian 1965 'Rasa' Amerika
Photo :
  • Istimewa
Presiden Joko Widodo saat nonton bareng G30 S/PKI di Bogor
File Not Found

VIVA – Kisah sensitif pembantaian di Indonesia terkait pemusnahan paham Komunisme, yang selama ini tabu untuk dibicarakan secara terbuka kepada publik, kini malah ditelanjangi. Melalui telegram, kabar pembantaian tahun 1960-an itu disampaikan Kedubes AS di Jakarta kepada Washington.

Laporannya lengkap dan detail, termasuk bagaimana proses pembantaian terjadi, siapa saja yang terlibat, dan bagaimana caranya. Dokumen ini juga menyebut, pemerintah AS terlibat dan mendukung pembantaian tersebut. Lembaga militer, terutama Angkatan Darat RI, juga berulang kali disebut.

Telegram itu tersimpan rapi selama hampir 50 tahun dalam dokumentasi pemerintah AS hingga akhirnya dirilis oleh Arsip Keamanan Nasional di The George Washington University, Selasa, 17 Oktober 2017. Melalui laman nsarchive.gwu.edu, seluruh isi dari 39 dokumen bisa dibaca.

Dokumen 39 halaman itu  menceritakan bagaimana sikap anti-komunisme mampu membangkitkan amarah. Melalui dokumen tersebut tergambar, AS tahu dan paham terjadinya pembantaian atas puluhan ribu nyawa, karena para diplomat di Kedutaan Besar Jakarta selalu mencatat dan mengirim kabar tentang siapa pemimpin PKI telah dieksekusi, dan bahwa pejabat AS secara aktif mendukung upaya Angkatan Darat Indonesia untuk menghancurkan gerakan buruh yang tertinggal di negara tersebut.

Isi dokumen ini juga menyebut nama dua organisasi besar Islam di Indonesia, Nahdlatul Ulama atau NU, dan Muhammadiyah. Dua organisasi ini disinggung punya peran besar dalam proses pembantaian. Seorang ulama Muhammdiyah disebut mengizinkan membunuh mereka yang berpaham PKI, sedangkan NU disebut memberi tuduhan 'PKI' untuk bisa membantai seseorang padahal itu hanya masalah dendam pribadi.

Di bagian lain, dokumen menceritakan pembantaian di sebuah area di Jawa Timur. Menurut laporan telegram itu, korban dibawa dari area ramai sebelum akhirnya dibunuh dan jasadnya dikuburkan, bukan dibuang ke sungai. Sementara telegram lain mengabarkan, tahanan yang diduga 'komunis,' juga dikirimkan ke warga untuk 'dibantai.'

File Not Found