Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 20 Oktober 2017 | 06:12 WIB
  • Tiga Tahun Ekonomi Era Jokowi

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Fikri Halim,
    • Chandra G. Asmara
Tiga Tahun Ekonomi Era Jokowi
Photo :
  • Viva.co.id/Agus Rahmat
Presiden Jokowi
File Not Found

VIVA – Tak terasa, hari ini, Jumat 20 Oktober 2017, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah memasuki tahun ketiganya. Berbagai kebijakan ekonomi pun telah dikeluarkan untuk mendorong perekonomian nasional ke arah yang lebih baik.

Sejumlah kebijakan strategis, seperti percepatan pembangunan infrastruktur, kebijakan sektoral, serta pemerataan ekonomi diklaim mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi ekonomi Indonesia di masa datang.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, salah satu kebijakan strategis yang sudah mulai terasa hasilnya saat ini adalah pengalihan anggaran subsidi. 

Peralihan besar-besaran dana subsidi dilakukan salah satunya untuk pembangunan infrastruktur. Proyek-proyek pemerintah yang mangkrak, khususnya di bidang konektivitas, digeber permbangunannya. Dengan harapan ekonomi nasional akan bergeliat.  

“Dari sini akan terlihat, perlu dibangun fondasi untuk membangun pertumbuhan, produktivitas, dan pemerataan. Untuk membangun fondasi, perlu infrastruktur di daerah,” ujarnya di Jakarta, Selasa 17 Oktober 2017. 

Selain ke pembangunan infrastruktur, peralihan dana subsidi pun disalurkan untuk bantuan sosial dan pendidikan. Hal tersebut, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan jaminan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Tidak hanya itu, kebijakan pengendalian harga komoditas strategis pun disebut-sebut telah terasa hasilnya. Pemerintah pun mengklaim dalam tiga tahun terakhir telah berhasil menekan harga pangan, untuk menjaga daya beli masyarakat setempat.

“Sebenarnya kita sudah swasembada, tapi saya tidak mau bicara banyak karena tergantung musim juga,” katanya.

Di sisi global, selama tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK, perekonomian cenderung mengalami perlambatan. Namun, pemerintah pun mengaku mampu mengantisipasi hal tersebut dengan beberapa kebijakan strategis. 

Salah satunya, menurut Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki adalah pengembangan ekonomi maritim. Langkah itu merupakan strategis pemerintah dalam menyelesaikan ketimpangan ekonomi yang sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Ekonomi Indonesia pun bisa mengurangi ketergantungan global.

"Kami punya beberapa sektor yang bisa untuk menghadapi ekonomi lesu, yakni perikanan dan pariwisata. Kenapa dia bisa? Karena mereka tidak perlu bahan impor," kata Teten di kantornya Jakarta, Rabu 18 Oktober 2017.

Program tol laut dan moda transportasi logistik misalnya, diklaim Teten sudah mulai bisa mengendalikan harga bahan-bahan pokok di pulau kecil dan wilayah timur Indonesia. Kondisi itu memicu pemerataan ekonomi sudah mulai dirasakan pada tahun ketiga pemerintahan Jokowi. 

"Jadi apa yang dibangun di ekonomi maritim berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Kami bisa melakukan stabilisasi pertumbuhan lima persen dan itu saya kira lebih banyak pada faktor dalam negeri, seperti konsumsi masyarakat yang terjaga, harga pangan yang dijaga, lalu juga investasi," ujarnya.

Selanjutnya, Primadona Baru

File Not Found