Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 23 Oktober 2017 | 06:32 WIB
  • Kapan E-KTP Kami Jadi?

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Eka Permadi,
    • Lilis Khalisotussurur
Kapan E-KTP Kami Jadi?
Photo :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/kye/17
Warga mengantre untuk melakukan pendaftaran perekaman data e-KTP di TMII.
File Not Found

VIVA – Hujan yang turun deras tak mengecilkan niat ribuan orang untuk antre masuk ke Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu 21 Oktober 2017.

Kehadiran mereka di kawasan wisata seluas 150 hektare gagasan Ibu Tien Suharto itu bukan untuk mencoba kereta gantung atau melihat-lihat rumah adat, melainkan mengurus Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP.

"Ada yang datang dari Cilacap dua bus, sekalian tamasya ke TMII. Dan banyak dari sekitar Jakarta, seperti Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang," ungkap Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Minggu 22 Oktober 2017.

Berita yang menyebar melalui media sosial dan pesan berantai menyebutkan bahwa stan Kementerian Dalam Negeri yang ada di TMII menyediakan layanan cetak e-KTP langsung jadi. Sayangnya, ternyata kabar tersebut hoaks.

"Saya datang ke sini karena broadcast di WhatsApp, kalau di TMII bisa buat e-KTP langsung jadi. Bisa untuk seluruh Indonesia. Saya enggak tahu kalau itu hoaks," kata Elis, salah satu warga yang membuat e-KTP di TMII.

Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan, program pembuatan e-KTP di TMII khusus bagi pengunjung yang belum melakukan perekaman data.

“Tapi karena masyarakat sudah datang, kami tetap melayani untuk mencetak,” tuturnya di lokasi.

Ilustrasi antre.

Warga berkerumun di stan Kemendagri yang ada di Taman Mini Indonesia Indah.

Meski demikian, Zudan mengatakan bahwa pencetakan e-KTP tidak dilakukan secara instan. Mereka yang mendaftar pada hari Sabtu akan bisa mendapatkan e-KTP pada keesokan harinya.

Khusus untuk hari Minggu, panitia menutup layanan persis pada pukul 12.00 WIB. Hal itu membuat warga yang sudah mengantre berteriak kecewa.

"Saya sudah bela-belain datang dari subuh, tapi apa hasilnya. Tolong pihak Kemendagri bertanggung jawab. Saya kan hari biasa kerja, informasinya tolong yang benar," kata salah seorang wanita yang ikut antre.

Keluhan tidak hanya soal waktu, namun juga pelayanan petugas yang tampaknya tidak siap melayani ribuan warga. Tak ada pembatas membuat warga saling serobot antrean.

"Perlu ditambah krunya. Lokasi jangan di tempat wisata. Orang dua kali bayar karcis. Misalnya di Kemendagri atau instansi pemerintah. Per wilayah. Minimal per Dukcapil. Penuh perjuangan ambilnya, mandi keringat," ujar warga yang mengantre, Siti.

File Not Found