Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 2 November 2017 | 06:10 WIB
  • Di Balik Sukses Penyelenggaraan Haji 2017

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Reza Fajri
Di Balik Sukses Penyelenggaraan Haji 2017
Photo :
  • VIVA.co.id/Eko Priliawito
Jemaah haji dari kelompok terbang (kloter) 44 Embarkasi Surabaya (SUB 44) tiba di Bandara King Abdul Aziz International Airport Jeddah pada Sabtu, 12 Agustus 2017.
File Not Found

VIVA – Musim haji tahun 2017 atau 1438 hijriah telah usai. Berbagai peristiwa dan catatan mewarnai penyelenggaraan haji tahun ini. Maklum, haji tahun ini memang berbeda dari yang tahun-tahun sebelumnya. Dari sisi jumlah, jemaah haji tahun 2017 ini memang lebih banyak dari musim haji tahun 2015-2016, yakni 221.000 jemaah.

Pada musim haji 2015-2016, jumlah jemaah haji berjumlah 168.800 orang. Artinya, di tahun 2017 ini naik sebanyak 52.200 jemaah. Penambahan jumlah jemaah ini tak sebanding dengan jumlah petugas haji yang berjumlah 3.500 petugas. Petugas haji hanya naik sedikit dari tahun 2016, yakni 3.250 petugas.

Meskipun jumlah jemaah haji tahun ini yang terbanyak, tapi nyaris tak banyak temuan dan peristiwa yang terjadi selama penyelenggaraan ibadah haji tahun 2017. Bahkan terbilang minim insiden dan sukses dalam pelaksanaannya.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) di Arab Saudi pada tahun 1438 H/2017 M membeberkan angka kepuasan jemaah sebesar 84,85 persen, atau naik 1,02 poin dibanding tahun 2016. BPS memberikan penilaian penyelenggaraan haji tahun 2017 ini tergolong 'Memuaskan'.

Survei BPS ini mengambil sampel sebanyak 14.400 jemaah haji yang diambil secara acak, selama dua gelombang. Ada pula kuesioner khusus dengan menggunakan convenience sampling terhadap 4.100 jemaah, sehingga total respondennya sebanyak 18.500 jemaah.

Dalam survei ini memberikan gambaran untuk mengukur kepuasan jemaah haji, membuat kajian analisis, serta melakukan tindak lanjut perbaikan terhadap aspek-aspek pelayanan yang diberikan selama penyelenggaraan ibadah haji.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, berdasarkan jenis pelayanan, indeks tertinggi dicapai pada jenis pelayanan transportasi bus antar kota yang sebesar 88,23 persen. Disusul layanan Bus Sholawat sebesar 87,72 persen dan layanan petugas haji sebesar 87,38 persen.

Layanan transportasi bus antar kota menjadi yang tertinggi karena didukung oleh tampilan fisik bus yang naik 4,06 poin (dibanding tahun 2016), kerapian dan kebersihan bus naik 3,92 poin, dan juga kelengkapan fasilitas dalam bus yang meliputi kursi, pendingin udara dan lain-lain yang naik 3,37 poin.

"Sedangkan pelayanan tenda di Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina) merupakan indeks kepuasan terendah, yaitu sebesar 75,55 persen atau turun 1,75 poin," kata Suhariyanto dalam konferensi pers Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia di kantor BPS, Rabu, 1 November 2017.

Pria yang akrab disapa Kecuk itu menuturkan, penurunan layanan tenda di Armina ini disebabkan oleh kesesuaian ukuran atau kapasitas tenda dengan jemaah haji per tenda yang turun 6,6 poin, cara pengaturan penempatan jemaah haji di tenda turun 4,44 poin dan kenyamanan dan kebersihan tenda yang ditempati turun 3,38 poin.

Kendati perbaikan pelayanan tenda di Arafah memperoleh apresiasi yang positif dari jemaah haji, namun sebaliknya, bertambahnya kuota jemaah haji reguler Indonesia belum diimbangi dengan pertambahan jumlah tenda yang memadai di Mina.

"Sehingga, secara keseluruhan jemaah haji merasa belum puas dengan pelayanan tenda di Armina," ujar Suhariyanto.

Sementara untuk indeks tertinggi hingga terendah berdasarkan Daerah Kerja (Daker) atau Satuan   Operasi (Satop) berturut-turut adalah Daker Bandara 87,16 persen, Daker Mekkah 86,94 persen, Daker Madinah 85,79 persen, dan Satop Armina 81,20 persen.

File Not Found