Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 2 November 2017 | 06:48 WIB
  • Di Balik Kisah 'Perempuan-perempuan Chairil Anwar'

  • Oleh
    • Rochimawati,
    • Mohammad Yudha Prasetya
Di Balik Kisah 'Perempuan-perempuan Chairil Anwar'
Photo :
File Not Found

VIVA – “Kalau sampai waktuku. ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu. Tidak juga kau. Tak perlu sedu sedan itu. Aku ini binatang jalang. Dari kumpulannya terbuang. Biar peluru menembus kulitku, Aku tetap meradang menerjang. Luka dan bisa kubawa berlari. Berlari. Hingga hilang pedih peri. Dan akan akan lebih tidak perduli. Aku mau hidup seribu tahun lagi.”

Puisi di atas siapa yang tidak mengenalnya? Ya, dia lah Chairil Anwar sang pencipta dan penyair. Puisi yang sarat makna akan nilai-nilai perjuangan, selalu menjadi tulisan pria kelahiran Medan, 26 Juli 1922 itu. 

Dari karyanya yang berjudul ‘Aku’, Chairil Anwar dikenal sebagai penyair terkemuka di Indonesia. Diperkirakan ia telah menulis 96 karya termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B.Jassin sebagai pelopor Angkatan 45 sekaligus puisi modern Indonesia. 

Puisinya yang dihasilkan dari berbagai tema, mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, dan eksistensisme. Ya, Chairil Anwar membantu Indonesia dalam merebut kemerdekaan Indonesia dengan mengobarkan semangat melalui hasil karyanya. 

Di balik karya-karyanya, ternyata ada sisi lain dari kehidupan Chairil Anwar. Perempuan-perempuan yang berada di sekelilingnya. Adalah Happy Salma, artis cantik dan pemain teater ini berkeinginan membuat sebuah pertunjukan teater tentang kehidupan Chairil Anwar dari buku Hasan Asaphani. 

Membawa bendera Titimanga Foundation, Happy Salma pun akan menghadirkan teater berjudul ‘Perempuan-perempuan Chairil’ pada 11-12 November 2017 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Pementasan ini mengangkat dan mengungkap sisi lain sosok Chairil Anwar. Lakon ini akan menjadi 'biografi puitis' Chairil, kehidupannya digali dari puisi-puisi yang ditulisnya untuk perempuan-perempuan yang disukainya baik secara terbuka atau diam-diam. 

"Bagi saya, Chairil Anwar adalah sosok inspiratif. Ia tidak hanya menjadi penyair besar Indonesia yang mampu membuat Bahasa Indonesia menjadi puitis melalui puisi yang ditulisnya, tetapi ia juga menjadi gambaran manusia Indonesia modern yang bergelut dengan gagasan modernisme dan nasionalisme," kata Happy saat mengadakan syukuran teater ini di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, 19 Agustus 2017.

Sejumlah nama besar ikut terlibat dalam pementasan teater ke-18 Titimangsa Foundation ini. Sebut saja Reza Rahadian, ia mendapat kepercayaan untuk melakoni tokoh Chairil Anwar, Chelsea Islan sebagai Sri Ajati, Tara Basro sebagai Sumirat dan Marsha Timothy sebagai Ida serta Sita Nursanti sebagai Hapsah Wiraredja.

Selanjutnya, Kehidupan Perempuan

File Not Found