Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 06:02 WIB
  • Jejak Gelap Alien

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Siti Sarifah Alia
Jejak Gelap Alien
Photo :
  • www.pixabay.com/makeunicorngreatagain
Ilustrasi Tata Surya
File Not Found

VIVA – Pencarian kehidupan di luar Bumi masih terus dilakukan banyak pihak – mulai dari warga awam, ilmuwan, hingga kaum miliarder . Namun, semuanya masih belum menunjukkan hasil konkret, menemukan kehidupan peradaban di luar Bumi. Upaya menemukan kehidupan di luar Bumi seiring sejalan dengan pencarian atas mahluk asing, yang populer disebut alien.

Sosok ini diyakini sebagai wujud kehidupan canggih di luar Bumi. Namun, jejak alien masih “gelap”.

Penyelidikan ilmiah tentang kehidupan canggih luar Bumi sudah dilakukan sejak awal 1990-an. Kala itu pencarian dilakukan tak lama usai munculnya teknologi radio. 

Selama beberapa dekade kemudian pencarian peradaban di lur Bumi terus dilakukan. Ilmuwan makin penasaran, kenapa jagad semesta yang begitu luas, tapi tidak ada peradaban lain selain manusia?

Pada 1980-an, pencarian makin meningkat dengan melibatkan gabungan tim ilmuwan internasional. Salah satu kolaborasi ilmuwan dalam pencarian kehidupan luar Bumi dikenal dengan The Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI). Misi kolaborasi ilmuwan ini berusaha mencari kehidupan asing itu dengan memantau radiasi elektromagnetik. Radiasi itu dianggap sebagai tanda transmisi dari peadaban dari planet lain. 

Yang mutakhir, pada 2015. Fisikawan kondang Stephen Hawking dan miliarder Rusia Yuri Milner turun tangan. Dua figur itu ikut penasaran dengan kehidupan asing luar Bumi. Hawking dan Milner mengumumkan pendanaan misi yang bernama Breakthrough Initiatives. Belakangan inisiatif ini menarik figur top lainnya, yakni pendiri Facebook, Mark Zuckerberg dan badan pengamatan astronomi China, National Astronomical Observatories of China (NAOC) untuk ikut mendukung inisiatif tersebut. 

China siap mengerahkan 'senjatanya', teleskop Five-Hundred-Meter Aperture Spherical Telescope (FAST). FAST berukuran 488 meter, hampir lima kali ukuran lapangan bola. Teleskop FAST sudah beroperasi sejak September 2016.

Inisiatif itu mendesak pengiriman salah satu teleskop paling canggih ke area luar Bumi, yang dinamakan Alpha Centauri. Tujuannya satu, mencari kehidupan yang tersembunyi pada sistem bintang yang dekat dengan Tata Surya kita.

Ketiga tokoh tersebut, sepakat akan memperbarui Very Large Telescope (VLT) untuk mencari 'dunia baru' yang bisa dihuni melalui Breakthrough Initiative (BI).

File Not Found