Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 November 2017 | 06:08 WIB
  • Empat Pahlawan Nasional, dari Daerah untuk Negara

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Agus Rahmat
Empat Pahlawan Nasional, dari Daerah untuk Negara
Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Jokowi saat memberikan surat keputusan penetapan pahlawan nasional kepada keluarga yang berhak di Istana Negara, 9 November 2017.
File Not Found

VIVA – Empat nama disahkan sebagai Pahlawan Nasional RI pada 2017.  Keempatnya berasal dari daerah, menyisihkan nama Gus Dur, Soeharto, dan AR Baswedan.

Sehari sebelum peringatan Hari Pahlawan Nasional 2017, Presiden Joko Widodo menetapkan empat nama yang disahkan sebagai Pahlawan Nasional RI. Pengesahan itu dilakukan di Istana Negara, Kamis, 9 November 2017 dalam sebuah upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2017.

Melalui Keppres Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, Presiden RI Joko Widodo menetapkan TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Laksamana Malahayati (Keumalahayati) dari Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah (Kepulauan Riau), dan Lafran Pane (Yogyakarta) sebagai pahlawan nasional.

Penganugerahan ini tak serta merta. Ada proses yang dilalui oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) melalui verifikasi, penelitian, dan pengkajian melalui seminar, diskusi, juga sarasehan. Artinya, nama itu tak serta merta muncul, namun melalui berbagai pertimbangan, terutama terkait kontribusinya pada publik.

Prosedur dan syarat pemberian gelar pahlawan nasional telah diatur dalam UU Nomor 20/2009. Undang-undang itu menyebutkan, ada dua kategori peraih gelar pahlawan, yakni umum dan khusus.

Untuk gelar pahlawan khusus adalah berprestasi di bidang sosial, seni, budaya, agama, atau lingkungan, atau pernah memimpin perjuangan bersenjata dan politik untuk merebut kemerdekaan bangsa.

Menurut Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, dengan pemberian gelar pada empat orang tersebut, saat ini sudah ada 173 orang yang mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Sebanyak 173 orang itu terdiri atas 160 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Tak hanya berasal dari kalangan warga sipil, namun juga dari TNI dan Polri.

Sebelumnya, ada sembilan nama yang diajukan ke Presiden Jokowi untuk dipilih sebagai pahlawan nasional. Ada beberapa nama seperti KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur hingga diplomat yang juga kakek Gubernur DKI Anies Baswedan, AR Baswedan.

Tapi, Presiden Jokowi hanya menetapkan empat nama. Nama-nama itu diusulkan oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, tak bisa memberikan penjelasan mengapa hanya ada empat yang dipilih. "Mohon maaf mensos tidak pada posisi berwenang menjawab. Kemensos tugasnya memfasilitasi tim TP2GP (Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat) sampai rekomendasi tim untuk diteruskan kepada Presiden," kata Khofifah, Kamis 9 November 2017.

File Not Found