Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 21 November 2017 | 06:20 WIB
  • Senja Kala Setya Novanto

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Edwin Firdaus,
    • Reza Fajri,
    • Lilis Khalisotussurur,
    • Agus Rahmat
Senja Kala Setya Novanto
Photo :
  • Anadolu Ajansi
Setya Novanto kini jadi tahanan KPK.
File Not Found

VIVA – Iring-iringan mobil tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, pada Minggu tengah malam 19 November 2017. Salah satu dari mobil tersebut mengangkut Ketua DPR, Setya Novanto, sosok yang begitu menjadi perhatian publik beberapa hari terakhir ini.

Saat itu, petugas dan tim penyidik dari KPK menjemput Novanto dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Mereka memutuskan memindahkan Ketua Umum Partai Golkar itu dari rumah sakit ke tahanan lembaga tersebut.

Begitu sampai di Gedung KPK, Novanto sudah mengenakan rompi khusus tahanan KPK berwarna oranye. Ia terlihat lemah dan menggunakan kursi roda.

Meskipun demikian, petugas atau penyidik KPK seperti tak ingin membuang-buang waktu lagi. Mereka langsung menggelandang Novanto ke ruang pemeriksaan di lantai dua sekitar pukul 23.45 WIB.

“Drama” kasus mega-korupsi proyek e-KTP yang menimpa Novanto itu pun memasuki babak baru. Setelah melewati beberapa proses, dari menghilang ketika hendak dijemput, mengalami kecelakaan dengan menabrak tiang listrik, KPK akhirnya memutuskan menahannya di Rutan mereka yang berada di belakang gedung lembaga tersebut, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, untuk 20 hari pertama.

Penahanan ini menunjukkan bahwa Novanto masih belum lolos dari hadangan kasus korupsi e-KTP. Setelah menang praperadilan, dia kembali ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang Undang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menjelaskan alasan institusinya harus menahan Novanto di Rutan KPK, dan memindahkannya dari RSCM. Semua berdasarkan keterangan dari tim dokter.

"Bahwa menurut keterangan dokter, Setya Novanto tidak memerlukan lagi perawatan inap. Oleh karena itu, sesuai standar atau prosedur pembantarannya tidak dibutuhkan lagi," kata Laode di RSCM, Jakarta Pusat, Minggu malam, 19 November 2017.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak RSCM dan Ikatan Dokter Indonesia, KPK menerima rekomendasi bahwa tak ada indikasi lagi untuk rawat inap. Sekjen IDI Dr Adib Khumaidi mengatakan semua hasil rekomendasi IDI dilaporkan secara tertulis ke KPK.

Sedangkan Dirut RSCM Dr Heriawan Soedjono mengatakan tim dokter RSCM sudah melakukan pemeriksaan lengkap. "RSCM sudah melakukan wawancara medis, pemeriksaan jasmani, dan memberikan penatalaksanaan sesuai yang dibutuhkan," ujarnya saat konferensi pers bersama KPK dan IDI di Gedung RSCM, Minggu malam, 19 November 2017.

Detik-detik<a class='auto-tokoh' title='Profil Setya Novanto' href='http://m.viva.co.id/siapa/read/78-setya-novanto?ref=vivasiapa'> Setya Novanto </a>Dibawa ke Rumah Tahanan

[Setya Novanto begitu tiba di Gedung KPK setelah dibawa dari RSCM, Jakarta, Minggu, 19 November 2017. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean]

File Not Found