Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 25 November 2017 | 05:32 WIB
  • Kebangkitan Band 90-an, Dewa 19 Masih yang Termahal?

  • Oleh
    • Finalia Kodrati,
    • Ichsan Suhendra,
    • Mohammad Yudha Prasetya,
    • Nuvola Gloria,
    • Maria Margaretha Delviera,
    • Bobby Agung
Kebangkitan Band 90-an, Dewa 19 Masih yang Termahal?
Photo :
  • Ichsan/VIVA.co.id
Dewa 19 dan Java Jive.
File Not Found

VIVA – Oh... sobat, maafkan aku mencintainya..Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti
Oh... sobat, maafkan aku mencintainya..Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti.

Lirik lagu di atas tentu sudah tak asing lagi bagi Sobat Padi, begitu nama penggemar band Padi, yang digawangi Fadli, Piyu, Yoyo, Ari, dan Rindra. Lagu tersebut berjudul Sobat, yang menjadi debut Padi di panggung musik Tanah Air. Lagu ini terdapat dalam album kompilasi Indie Ten

Sobat berhasil mencuri perhatian penggemar musik Indonesia. Nama Padi pun semakin dikenal. Band asal Surabaya ini memberanikan diri menelurkan album perdananya yang diberi tajuk, Lain Dunia di tahun 2009. Lagu-lagu di album ini hampir semuanya terkenal, seperti Demi Cinta, Mahadewi dan lagu Sobat juga dimasukkan album tersebut.

Album tersebut terus melambungkan nama band Padi. Band yang dibentuk tahun 1997 ini terus menghasilkan karya yang berhasil memuaskan penggemarnya. 

Album kedua mereka keluar di tahun 2001. Album yang diberi judul Sesuatu Yang Tertunda itu mempopulerkan lagu-lagu hits seperti Kasih Tak Sampai, Semua Tak Sama, Lain Dunia, Lingkaran, dan Bayangkanlah

Album ini meraih sukses di pasaran. Album tersebut berhasil terjual 1,6 juta copy, sangat fantastis. Kehadiran Padi dari awal memang sudah menarik perhatian pengamat musik tanah air. Padi dinilai berbeda dengan band-band lainnya. Kesuksesan Padi terletak pada aransemen musik yang dinamis dan lebih kompleks. Hal ini dianggap sebagai kekuatan Padi. 

Padi juga sempat disebut-sebut sebagai band yang akan menggeser popularitas Dewa 19. Maklum, sejak terkenal, Padi tak pernah sepi dari tawaran manggung, dan mampu mengambil hati penikmat musik Indonesia. 

Meski sibuk manggung di televisi dan juga luar kota, band Padi tak berhenti berkarya. Album ketiga mereka rilis pada 18 Juni 2003. Album bertajuk Save My Soul tersebut, menghadirkan kolaborasi Padi dengan Iwan Fals dalam lagu, Sesuatu Yang Tertunda. Album ini memang tak sesukses yang kedua, tapi tak menyurutkan popularitas band tersebut.

Kesibukan Padi membuat band yang terdiri dari mahasiswa universitas Airlangga ini sempat vakum dua tahun dari dapur rekaman. Di tahun 2005, band ini akhirnya meluncurkan album keempat, yang diberi judul Tak Hanya Diam. Album ini tak lagi bertemakan soal cinta, tetapi lebih menggambarkan kepedulian band beranggotakan lima personel ini terhadap alam dan lingkungan sekitarnya.

Namun, setelah itu, band tersebut seperti menghilang dari peredaran. Personelnya juga sibuk dengan kegiatan masing-masing. Mereka jarang terlihat tampil utuh sebagai satu grup. Tidak ada yang tahu, apa yang sebenarnya terjadi dengan band Padi. 

Tidak ada kata bubar ataupun ungkapan salah seorang personelnya keluar. Namun tidak ada lagi karya terbaru atau manggung bersama dalam formasi yang lengkap.

Yang jelas, mereka asyik dengan karier masing-masing. Personel Padi tanpa Piyu bahkan telah membentuk band baru, Musikimia. Sedangkan Piyu, sedang menikmati kesibukan baru di industri film sekaligus menggawangi sebuah band baru The Frontman.

Terkait hal itu, tiga personel Padi, Fadly, Rindra dan Yoyo yang bergabung dengan Musikimia bantah bahwa band yang mereka gawangi bubar. 

"Ini side project. Kalau dua-duanya jalan ya alhamdulillah. Tapi yang jelas kapal induk kami tetap Padi. Kami enggak pernah ada statement bubarkan Padi," ujar Yoyo. 

Fadly juga menambahkan bahwa hubungan personel Padi tetap terjaga dengan baik. Sementara Piyu juga tak mempermasalahkan hal tersebut. Ia mengaku juga memiliki kesibukan yang padat, sebagai pencipta lagu, produser dan solo artis. Hanya saja, ia menegaskan bahwa tak ada kata-kata bubar dari mulut personel Padi.

Selanjutnya... Padi Reborn

File Not Found