Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 25 November 2017 | 07:34 WIB
  • Perlawanan Bumi Datar

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Lazuardhi Utama
Perlawanan Bumi Datar
Photo :
  • www.theverge.com
Ilustrasi bumi datar.
File Not Found

VIVA – Ratusan orang berkumpul di Raleigh, North Carolina, Amerika Serikat pada awal pekan kedua November 2017. Ratusan orang tersebut menghadiri konferensi internasional pertama bumi datar di dunia, Flat Earth International Conference (FEIC). 

Debut konferensi ini memang menyedot perhatian bagi pendukung bumi datar. Untuk mengikuti konferensi tersebut, tiap peserta harus membayar hampir Rp2 juta. Tiket konferensi tersebut laris manis, ratusan orang membayarnya demi debut konferensi bumi datar tersebut. Beberapa yang datang di konferensi itu adalah Mark Sargent, YouTuber bumi datar terkenal sampai Darryle Marble. 

Konferensi yang diadakan di sebuah hotel ini melahirkan penguatan bagi kalangan pendukung bumi datar, untuk terus melawan klaim teori bumi bulat yang disampaikan ilmuwan sampai badan antariksa negara dunia. Pendukung bumi datar meyakini bumi bulat hanyalah konspirasi global, 'analisis menyesatkan' sampai tipuan kolaboratif. 

Mark Sargent yang memiliki 40 ribu pengikut di saluran YouTube, mendesak agar teori bumi datar diberikan ruang dalam dunia pendidikan. Sargent meyakini, teori bumi datar adalah sahih dan sudah seharusnya masuk dalam kurikulum sekolah. 

"Ilmu pengetahuan harus membahas ini (bumi datar) secara polos dan sederhana. Mereka tidak bisa menghindari itu. Kami terus mengampanyekan, meskipun konferensi berakhir," kata Sargent, dikutip dari Indy100. 

Konferensi tersebut seakan menjadi penegas pendukung Bumi datar, bahwa perlawanan mereka atas teori ‘pemenang’ bumi bulat akan terus berlanjut, tidak akan berhenti. 

Pertarungan teori bentuk bumi sejatinya sudah sengit sejak zaman kuno, dan terus bergulir sampai modern. Dalam catatan sejarah, sejak abad ke-6 SM, beberapa pemikir seperti Phytagoras Anaxagoras, Aristoteles, sampai Erathosthenes sudah mengamati benda langit dan mereka tegas mengatakan bumi bentuknya bulat, bukan datar. 

Laman Stuff menuliskan, dalam catatan lain yang dituliskan oleh sejarawan Amerika Jeffrey Russell menyebutkan, sejak abad ke-3 SM dan seterusnya, orang berpendidikan dalam sejarah peradaban barat tidak ada yang mempercayai teori bumi itu datar.

Selanjutnya teori bumi bulat dari abad ke-5 sampai abad ke-15 diyakini nyaris semua ilmuwan. 

Kemudian para ahli sejarah menuturkan, teori bumi datar mendapatkan popularitasnya pada 1870 dan 1920. Momentum yang membuat teori bumi datar muncul kembali adalah munculnya biografi penjelajah Eropa, Christopher Columbus. Dalam salah satu bab buku tersebut menunjukkan, salah satu tujuan pelayaran itu adalah untuk membuktikan kepada anggota pengadilan Spanyol soal pernyataan bentuk Bumi adalah datar ternyata terbantahkan. Misi Columbus itu membantah keyakinan anggota pengadilan spanyol bahwa bumi datar adalah salah. 

Bicara gagasan bumi datar, dikutip Live Science, teori yang populer disampaikan yakni Bumi merupakan piringan dengan lingkaran Arktik dan Antartika di bagian tengah piringan tersebut. Sedangkan piringan Bumi dikelilingi dinding es.

Soal gravitasi bumi, menurut pendukung bumi datar, itu adalah iluasi. Mereka berpendapat benda tidak bisa mempercepat ke bawah. Sebagai ‘tandingannya’, pendukung bumi datar meyakini piringan bumi mengakselerasi ke atas pada kecepatan 9,8 meter per detik, dengan didorong kekuatan yang disebut energi gelap. 

Kemudian keyakinan mereka dibungkus dengan teori konspirasi alias teori persekongkolan. Pendukung bumi datar percaya foto dan citra satelit adalah rekayasa komputer. Menurut mereka, motif merekayasa citra objek dari luar angkasa belum benar-benar bisa dipastikan. Namun dugaan kuatnya, rekayasa bumi bulat dan menyembunyikan informasi bumi datar adalah didorong faktor finansial.  Mereka yang terus melanggengkan bumi adalah bulat, akan keuntungan finansial.

Pendukung bumi datar meyakini, terus mengampanyekan bumi bulat menjadi akan efektif dibanding menjalankan misi ke luar angkasa yang butuh buaya banyak. 

"Jadi mereka berada dalam keuntungan konspirasi dari pendanaan NASA dan badan antariksa lainnya yang didapatkan dari pemerintah," tulis Frequently Asked Question (FAQ) situs bumi datar. 

Bukti ilmu pengetahuan yang menunjukkan bumi bentuknya bulat, tak menyurutkan gelombang kampanye bumi datar. 

File Not Found