Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 06:58 WIB
  • Sesal dan Amanah Si 'Maknyus'

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Bimo Aria,
    • Adinda Permatasari,
    • Putri Firdaus
Sesal dan Amanah Si 'Maknyus'
Photo :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin
Bondan Winarno di kediamannya.
File Not Found

VIVA – Rabu, 29 November 2017, duka menyelimuti dunia kuliner Tanah Air dengan kepergian salah satu pakar kuliner terbaiknya, Bondan Haryo Winarno atau yang lebih dikenal dengan sapaan Pak Bondan 'Maknyus'. Pria berusia 67 tahun itu wafat akibat gagal jantung dan komplikasi pada pukul 09.05 WIB di Rumah Sakit Harapan Kita.

Bondan pergi meninggalkan istri dan tiga orang anak. Saat ini jenazahnya telah disemayamkan di rumah duka di Jalan Bangsawan Raya Sentul City, Jawa Barat.

Kepergian pria yang terkenal dengan jargon 'Maknyus' ini bisa dibilang cukup mengagetkan publik. Pasalnya, mendiang Bondan tidak pernah terdengar sakit. Ia bahkan masih aktif di dunia kuliner dalam beberapa tahun terakhir.

Begitu pun dengan aktivitas menulisnya. Sebelum meninggal dunia, Bondan bahkan tengah menulis buku kuliner yang kini belum rampung.

"Saya enggak tahu judulnya, tapi masih merampungkan buku. Beliau memang masih menulis kuliner, banyak fokus ke situ sebelum pergi," ujar anak laki-laki Bondan, Eliseo Raket Winarno kepada awak media di Sentul, Rabu, 29 November 2017.

Bondan memang bukan sekadar penggemar, pengamat, pebisnis dan pakar kuliner. Ia juga merupakan seorang pemerhati kuliner yang banyak berjasa mempromosikan kuliner Indonesia ke dunia internasional. Namun, lebih dari itu, ia juga selalu mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan, meski dengan makan enak.

Bondan Winarno.

Karier dan Perjalanan Hidup

Lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 29 April 1950, Bondan mengawali kariernya sebagai jurnalis. Namun sebelum itu, ia merupakan seorang penulis lepas di berbagai media cetak.

Dikutip dari berbagai sumber, pria yang pernah bercita-cita sebagai penerbang dan guru ini kemudian menjadi seorang jurnalis dan sempat menjabat sebagai redaktur kepala majalah SWA pada 1984-1987. Ia juga pernah menjadi pemimpin redaksi harian Suara Pembaruan pada 2001-2003.

Sebelum dikenal sebagai pembawa acara kuliner, Bondan juga terkenal sebagai jurnalis investigasi yang tekun. Karyanya yang berjudul Bre X: Sebungkah Emas di Kaki Pelangi bahkan disebut-sebut sebagai salah satu laporan investigasi terbaik yang pernah ada di Indonesia. Banyak pula yang belum tahu bahwa sebagai penulis, Bondan juga pernah mengarang cerita anak-anak, cerita pendek, novel dan buku-buku tentang manajemen.

Sebenarnya, ia terjun ke dunia kuliner diawali sebagai pengusaha. Tahun 1987-1994 Bondan menjabat sebagai Presiden Ocean Beauty International, sebuah perusahaan makanan laut yang berbasis di Seattle Washington, Amerika Serikat. Setelah itu, Bondan mulai banyak bergerak di dunia kuliner. Ia bahkan merupakan pelopor dan ketua Jalansutra, komunitas wisata boga yang populer di Indonesia.

Bondan Winarno.

Namun, namanya melambung sejak menjadi presenter dalam acara kuliner di salah satu stasiun televisi swasta, yakni Wisata Kuliner. Dalam program tersebut, Bondan sering mengucapkan "Pokoke maknyus", setiap sehabis mencicipi hidangan. Ungkapan itu lantas banyak dipakai untuk menggambarkan kondisi yang nyaman, enak dan sebagainya.

Pria yang juga pernah menjadi juru kamera Puspen Hankam ini juga membuka bisnis restoran peranakan Kopitiam Oey yang kini namanya telah berganti menjadi Kedai Kopi Oey tahun 2012 silam.

Belakangan Bondan melebarkan sayap ke dunia politik dan bergabung di Partai Gerindra. Ia lantas menjadi calon anggota legistlatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta II, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan luar negeri saat Pemilu 2014 lalu. Namun, ia gagal maju ke Senayan.

File Not Found