Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 1 Desember 2017 | 07:16 WIB
  • Meyakinkan Pariwisata Bali Tetap Aman

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Isra Berlian
Meyakinkan Pariwisata Bali Tetap Aman
Photo :
  • Bobby Andalan (Bali)
Erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali.
File Not Found

VIVA – Suasana Pulau Dewata, Bali seolah mendadak hening. Destinasi wisata yang dianggap sebagai surga dunia itu tak seramai biasanya. Aktivitas wisatawan tak lagi sibuk, lalu lintas udara dan darat di Bali yang biasanya padat, kini terlihat mulai lengang.

Sejak Gunung Agung ditetapkan dengan status Awas, pada September 2017, sebagian besar warga yang tinggal di dekat lereng gunung seperti Buleleng harus meninggalkan rumahnya ke tempat pengungsian. Perlahan, para pendatang dan juga wisatawan, sebagian memilih meninggalkan Bali.  

Meski warga yang tinggal di tengah kota seperti Badung hingga Canggu masih bisa melakukan aktivitas normalnya, Bali terlihat seolah lumpuh.

Kawasan pantai Jimbaran bahkan ikut terkena imbas. Bukan hanya itu, suara sirine seringkali berbunyi, jadi tanda peringatan agar wisatawan ataupun warga sekitar tak mendekati area tersebut karena ombak yang mendadak besar.

"Tempat makan yang biasanya ramai di pinggir pantai, sekarang sepi," kata Tari warga yang tinggal dekat Jimbaran kepada VIVA.

Belum pulih kewaspadaan warga Bali, Senin, 27 November 2017 Gunung Agung kembali membawa kabar 'buruk'. Semburat api di puncak gunung semakin sering terlihat.

Aliran lumpur dingin dari perut gunung mulai meluncur ke bawah. Sementara itu, di langit, kepulan asap pekat mulai membuat kelabu. Sejumlah aktivitas penerbangan terganggu. Bandara Ngurah Rai sempat ditutup demi keselamatan penumpang dan aktivitas penerbangan.

Kamis 30 November 2017, kewaspadaan kembali menyelimuti Bali. Gunung Agung dikabarkan kian rapuh, hanya butuh gempa berkekuatan 2 Skala Richter (SR) untuk meletus.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memastikan Gunung Agung di Bali tidak perlu membutuhkan guncangan gempa bermagnitude tinggi untuk meletus. Itu karena kondisi gunung berapi tersebut sudah rapuh, demikian ungkap Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur dari PVMBG, Devy Kami Syahbana.

"Dengan magnitude 2 saja sudah bisa memicu letusan. Magnitudo 2 pada Skala Richter (SR) itu sudah bisa meletus. Kemarin begitu, gempa 2 SR sudah terjadi letusan," kata Devy di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis 30 November 2017.

Kondisi kawah letusan yang tercipta akibat letusan tahun 1963 sudah sangat terbuka, tak ada lagi sumbatan. Saat ini, sudah ada celah bagi magma di perut gunung untuk menciptakan letusan.

File Not Found