Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 1 Desember 2017 | 06:29 WIB
  • Libur Panjang Cuaca Buruk Membayang

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Raden Jihad Akbar,
    • Foe Peace Simbolon
Libur Panjang Cuaca Buruk Membayang
Photo :
  • ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Waspada Cuaca Buruk
File Not Found

VIVA – PT Jasa Marga menyebut puluhan ribu kendaraan ke luar Jakarta pada Kamis petang. Ada peningkatan arus lalu lintas meninggalkan Ibu Kota sepanjang masa libur panjang yang bersamaan momentum peringatan Maulid Nabi pada Jumat sampai Minggu, 1-3 Desember 2017.

Jalur keluar memang bisa melalui banyak tol tetapi yang paling disorot ialah Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat. Soalnya di gerbang itulah kerap terjadi kepadatan lalu lintas, terutama karena jalan Tol Jakarta-Cikampek--jalur utama menuju daerah-daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Pada hari-hari biasa, Gerbang Tol Cikarang Utama dilintasi 74.785 kendaraan, tetapi pada libur panjang awal Desember ini mencapai 98.065 kendaraan. Jumlah itu meningkat 31,13 persen.

Rekayasa lalu lintas

Kepadatan lalu lintas di Gerbang Tol Cikarang Utama diantisipasi kemungkinan di luar prediksi karena ada pekerjaan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II. Ditambah tak ada pembatasan kendaraan berat melintasi Gerbang Tol Cikarang Utama, seperti yang lazim diterapkan pada libur hari raya atau hari nasional.

Berkaitan proyek jalan tol itu, Jasa Marga menyiapkan skenario penyesuaian tahapan pekerjaan, di antaranya sinkronisasi kegiatan proyek yang berpotensi memengaruhi kondisi lalu lintas selama periode libur panjang.

Jasa Marga juga mendistribusikan dan mengurangi beban lalu lintas pada kondisi waktu-waktu sibuk dengan mengalihkan rute perjalanan di tol ke jalan arteri alternatif. Bekerja sama dengan Kepolisian, jika memang diperlukan, meningkatkan kapasitas lajur dengan rekayasa lalu lintas contra flow.

Khusus di Gerbang Tol Cikarang Utama, disiagakan gardu reversible dan portable, yang digunakan pada waktu puncak kepadatan. Rinciannya, 20 gardu masuk dan 31 gardu keluar. Keberadaan gardu-gardu tambahan itu agar tak terjadi antrean panjang masuk atau ke luar tol.

"Respons penanganan gangguan lalu lintas juga akan dipercepat dengan penempatan petugas dan unit layanan lalu lintas pada lokasi rawan kepadatan," kata AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru, melalui keterangan tertulis pada Kamis, 30 November 2017.

Potensi kepadatan kendaraan juga diantisipasi di titik-titik menuju sejumlah lokasi peristirahatan (rest area). Karena itu, jika terjadi kepadatan, diberlakukan sistem buka-tutup di beberapa rest area dan pengoperasian parking bay di Kilometer 18 A, Kilometer 41 A, Kilometer 59 A, Kilometer 58 B, dan Kilometer 34 B.

Menurut Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra, penerapan semua skenario rekayasa lalu lintas itu--pengalihan arus, contra flow, atau penutupan jalan--bergantung situasi. "Kami akan memilih salah satu dari tiga skema itu. Harus lihat kondisi juga," ujarnya.

Satu hal yang sudah pasti ialah rekayasa lalu lintas di jalur Puncak, Cisarua, Bogor. Polisi memastikan menerapkan sistem satu arah (one way) di jalur itu tepat pada pukul 07.30 WIB, Sabtu, 1 Desember. Durasi penerapan sistem itu bergantung satuasi arus lalu lintas; jika kepadatan segera terurai, jalur dua arah dibuka lagi.

Kepolisian setempat memperingatkan para pengendara di jalur itu karena memang rawan kemacetan dan bahkan kecelakaan. Polisi menyiagakan seratus personel untuk mengatur lalu lintas di 21 titik persimpangan dan enam lokasi besar.

Polisi juga mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati. Tidak hanya karena jalur itu memang rawan kecelakaan dan kemacetan, tetapi juga berhubungan dengan cuaca wilayah sekitar bersamaan musim hujan sehingga jalanan cenderung licin dan jarak pandang terbatas akibat berkabut.

Seluruh sarana komunikasi untuk menunjang pengaturan lalu lintas disiagakan, antara lain Call Center dengan nomor 14080, pemantauan kondisi lalu lintas melalui kamera pengawas (CCTV), penyampaian informasi lalu lintas melalui 17 VMS, dan aplikasi mobile JMCARe, serta menyediakan layanan informasi kondisi lalu lintas melalui beberapa radio swasta.

Guna membantu kelancaran arus lalu lintas, Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan tol untuk selalu mematuhi rambu-rambu, berkendara dengan tertib, dan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki tol.

Selain itu diingatkan juga kecukupan bahan bakar minyak dan menyiapkan perbekalan yang cukup. Menyesuaikan situasi tak ada pembatasan kendaraan berat, perlu diantisipasi perkiraan waktu tempuh perjalanan yang lebih panjang.

File Not Found