Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 22 April 2016 | 18:22 WIB
  • Menata Desa Wisata

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • putri firdaus,
    • Reza Fajri,
    • Fikri Halim
Menata Desa Wisata
Photo :
  • VIVA
desa wisata Giriloyo, desa batik tulis

VIVA.co.id –  Tahun ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata RI mengucurkan dana untuk sektor pariwisata hingga Rp5 triliun. Target wisatawan mancanegara pun ditingkatkan menjadi 12 juta dan wisatawan lokal 260 juta. Desa wisata menjadi salah satu program yang diyakini mampu memikat dan mendongkrak jumlah wisatawan.

Program desa wisata sebenarnya sudah digalakkan sejak tahun 2009 melalui program PNPM Mandiri Pariwisata dan dibantu dengan dana Bansos. Kala itu, program desa wisata fokus pada pengembangan dan pengelolaan potensi yang ada di desa-desa. 

Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata Oneng Setya Harini mengatakan, saat ini program desa wisata lebih fokus terhadap pemberdayaan masyarakat desa itu sendiri. Meski begitu, ia mengatakan bahwa pemerintah kini tetap mengembangkan konsep desa wisata.

Lebih lanjut, ia mengatakan, konsep desa wisata adalah community based tourism atau pariwisata berbasis komunitas, di mana masyarakat sebagai pemilik sekaligus pengelolanya. Peran pemerintah sendiri lebih kepada sisi pemberdayaan masyarakat.

"Kalau misalnya ada satu desa yang dikelola oleh investor, saya bilang itu bukan desa wisata. Itu wisata pedesaan. Kalau desa wisata itu ya memang dikelola oleh masyarakat," ujar Oneng  saat dihubungi VIVA.co.id, Kamis, 14 April 2016.

Selanjutnya...Kriteria Desa Wisata