Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 Juni 2016 | 11:12 WIB
  • Bisnis Hitam Mobil Maut

  • Oleh
    • Hadi Suprapto,
    • Yasin Fadilah,
    • Romys Binekasri,
    • Bayu Nugraha,
    • Jeffry Yanto Sudibyo,
    • Herdi Muhardi
Bisnis Hitam Mobil Maut
Photo :
  • VIVA.co.id/Yasin Fadilah
Mobil bekas tabrakan yang siap direkondisi di satu bengkel di Jakarta, Kamis 26 Mei 2016.

VIVA.co.id – Tak ada yang ganjil dari bengkel itu. Bengkel sederhana, dengan pagar seng dan kayu rapuh. Ada pintu tempat mobil itu keluar masuk. Sesekali, mobil lecet masuk. Lalu beberapa jam keluar. Jadi mulus.

Di dalam, di sudut bengkel, ada beberapa pekerja yang sedang belepotan dengan dempul dan cat. Ada juga yang sedang mengamplas, agar dempulan itu halus. Di sisi lain, ada belasan bumper yang sudah robek. Menumpuk jadi satu. 

Lebih masuk lagi ke dalam, ada beberapa rongsokan mobil yang sudah remuk. Jelas habis kena celaka. Masih mangkrak. 

Kamis 26 Mei 2016 itu, tampak dua orang menawar Honda Jazz yang sudah terparkir di halaman bengkel yang berada di kawasan Jakarta Timur itu. Jazz biru mengkilap, meski tidak baru lagi. Salah satu dari mereka berbisik, menawar mobil itu. 

Dari bisikan itu, samar-samar terdengar, mobil itu jauh di bawah harga normal. Dua puluh menit kemudian, terdengar sepakat, pembeli pun membawanya.

Reporter VIVA.co.id mencari tahu, kenapa mobil itu dijual miring. “Itu mau dijual lagi ke luar Jawa,” kata salah satu pekerja di bengkel itu. 

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/05/26/5746c8748defa-bengkel-cat-mobil_663_382.jpg

Dari mobil yang sudah remuk, sulit membayangkan bila nantinya menjadi mobil mulus tanpa cacat.

Namun mustahil harga semiring itu untuk sebuah mobil bekas. Akhirnya, pekerja itu mengaku, “Itu mobil rekondisi.” Mobil itu dibangun lagi setelah mengalami kecelakaan hebat yang menghancurkan hampir seluruh bodi dan merusak rangka. Mobil itu dirakit ulang di belakang bengkel “pengecatan” tadi.

Tak lama setelah mengobrol, VIVA.co.id mendapat izin masuk dan mengamati kegiatan para karyawannya di dalam bengkel. Memang, dari luar, pekerjaan utama bengkel ini ya mengecat dan memperbaiki bodi mobil yang penyok.  

Di dalam, ada Daihatsu Terios besutan 2014, Suzuki Ertiga 2013, dan Toyota Avanza entah tahun berapa, tapi perkiraan 2012. Tiga mobil ini sudah remuk. Sulit membayangkan bila nantinya menjadi mobil mulus tanpa cacat.

Beberapa orang sedang memperbaiki mobil ini. Sebagian lagi, di belakang bengkel, ada yang sedang merapikan mobil. Pekerjaan sudah 90 persen, nyaris sempurna.

Selanjutnya...Bisnis Menggiurkan