Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 20 Maret 2017 | 10:45 WIB
  • Berangus Mobil Gerandong

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Reza Fajri,
    • Dian Tami,
    • Rifki Arsilan
Berangus Mobil Gerandong
Photo :
  • VIVA.co.id/Yasin Fadilah
Purwarupa mobil pedesaan karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

VIVA.co.id – Suasana di dalam Bali Creative Industry Center cukup ramai. Beberapa anak muda berpakaian sekolah tampak hilir mudik melihat-lihat beberapa stan yang ada di dalam gedung tersebut.

Matahari bersinar terik. Namun, itu tidak menyurutkan niat mereka untuk datang ke gedung itu - yang terletak di Jalan WR Supratman, Tohpati, Kota Denpasar, Bali.

Sorot Mobil Pedesaan - Lomba Desain Mobil Pedesaan

Tidak hanya pelajar, beberapa orang berpakaian batik juga terlihat bercakap-cakap dengan penjaga stan. Pada beberapa stan, terlihat sebuah miniatur kendaraan yang bentuknya aneh. (ANTARA FOTO/HO/Ferdi)

Ada yang berbentuk mobil, ada pula yang desainnya mirip truk. Namun, semuanya memiliki satu kesamaan, yakni memiliki bak belakang terbuka.

Rupanya, saat itu sedang digelar kontes mobil pedesaan. Ada lima tim mahasiswa yang turut serta dalam ajang tersebut, yakni dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Nasional Semarang (Unnes), Universitas Diponegoro (Undip), dan Telkom University.

Mobil-mobil yang dipajang yakni Argani Grand Pick Up oleh tim Telkom University, Waprodek Diesel oleh tim ITS Surabaya, Mobil Desa Serbaguna oleh tim Unnes, Mobil Multifungsi Pedesaan Diponegoro dari tim Undip, dan Mobil Desa Nasional oleh tim Unnes.

Mobil pedesaan adalah sebuah gagasan yang dicetuskan oleh Kementerian Perindustrian dan Institut Otomotif Indonesia (IOI). Mobil ini dipamerkan ke hadapan Presiden Jokowi saat ia membuka program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) untuk IKM di Desa Tumang, Boyolali, Jawa Tengah, akhir Januari lalu.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, mobil ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sebuah kendaraan yang layak pakai dan multi fungsi.

“Kendaraan pedesaan adalah wujud kemandirian industri nasional, karena 100 persen komponennya dari dalam negeri. Kendaraan ini juga diharapkan mendorong kegiatan ekonomi di pedesaan, termasuk bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM),” ujar Airlangga, yang dikutip dari laman resmi Kemenperin.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) dari Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, mengungkapkan awal mula proyek ini dicetuskan adalah saat melihat maraknya mobil gerandong di desa.

“Selama ini, mereka (masyarakat pedesaan) itu membuat kreasi-kreasi sendiri, sehingga muncul gerandong. Muncul kendaraan-kendaraan yang tidak memenuhi standar kelayakan jalan,” tutur Putu kepada VIVA.co.id.

Dia menjelaskan, umumnya gerandong memakai penggerak dari mesin penggilingan padi. Usai dipakai saat panen, mesin kemudian dipasang pada sasis kendaraan dan difungsikan untuk sebagai penggerak.

Menurutnya, hal itu sangat berbahaya, karena tidak ada perhitungan yang matang soal kekuatan dan spesifikasi bahan yang digunakan.

“Kami tidak ingin nanti ada yang katakan, ‘Kok gerandong dibiarkan saja seperti itu? Ini Pemerintah ngapain sih kerjanya?’ Nah, itulah latar belakangnya,” ungkap Putu.

 

Selanjutnya...Fleksibel dan Murah