Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 26 Maret 2017 | 01:30 WIB
  • Tukang Cukur Tiga Presiden

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Bimo Aria,
    • Bimo Aria
Tukang Cukur Tiga Presiden
Photo :
  • Bimo Aria/VIVA.co.id
Tukang cukur Presiden RI

VIVA.co.id – Jam di pergelangan tangan belum menunjukkan angka 10.00, Sabtu pagi, 25 Maret 2017, salah satu barbershop premium di mal elite kawasan Bundaran Hotel Indonesia sudah bersiap buka. Shortcut Barberia, tempat tukang cukur langganan pemimpin negeri ini memang tak terlalu besar, namun memiliki desain interior yang sedap dipandang mata.

Nuansa British industrial sangat terasa dari pemilihan warna yang didominasi cokelat dan putih, lengkap dengan berbagai ornamen frame berunsur klasik. Sebuah etalase penuh dengan pomade dan minyak rambut tampak tertata rapi di dalamnya, menemani empat kursi yang ditata seperti huruf L, dengan tambahan satu kursi tempat mencuci rambut.

Seorang pelanggan tampak menunggu tukang cukur favoritnya melayani. Si tukang cukur itu juga tukang cukur favorit Presiden Joko Widodo.  

Namanya mirip pemain film era 80-an, Herman Pelani. Ia putra asli Garut, tepatnya dari kampung lahirnya para maestro tukang cukur Indonesia, Banyuresmi. Tampil sederhana sedikit nyentrik, Herman mengenakan seragam putih hitam, dilengkapi topi fedora warna nude.

Sambil memasangkan kain, Herman membuka pembicaraan dengan menanyakan kabar sang pelanggan, dan kemudian berlanjut dengan obrolan ringan. Sambil berbincang, dia mengerjakan tugasnya dengan cekatan.  

Dan saat VIVA.co.id menunggu Herman menyelesaikan pekerjaannya, owner Shortcut Barberia, Marcello Decaran, berbagi sedikit cerita mengenai sosok tukang cukur yang sudah menjadi langganan Jokowi selama lebih dari tiga tahun tersebut. Herman menjadi tukang cukur Jokowi sejak masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Perkenalan dengan Jokowi dimulai dari putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang kerap memangkas rambut di Shortcut, Grand Indonesia. Dari sana, kisah Herman sebagai tukang cukur Jokowi dimulai.

Sekitar tahun 2013-2014, seorang ajudan Jokowi melalui sambungan telepon meminta tukang cukur Shortcut datang ke rumah dinas Jokowi di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Sejak itu, tiap bulannya, Herman dipilih Marcello sebagai tukang cukur khusus presiden kelahiran Solo tersebut.

"Saya memilihnya karena dia yang paling senior di sini dan karena potongan pertama, Pak Jokowi merasa cocok, jadi kami mendelegasikannya ke Herman," katanya.

Presiden<a class='auto-tokoh' title='Profil Jokowi' href='http://m.viva.co.id/siapa/read/81-jokowi?ref=vivasiapa'> Jokowi </a>Terima<a class='auto-tokoh' title='Profil SBY' href='http://m.viva.co.id/siapa/read/105-sby?ref=vivasiapa'> SBY </a>di Istana Merdeka

Jasa Herman sebagai tukang cukur terus berlanjut hingga Jokowi menjadi presiden Indonesia ketujuh. Sehari sebelum pelantikannya, Herman dipanggil untuk memangkas rambut mantan Wali Kota Solo itu. Ditemani Marcello, Herman datang ke Istana Negara. (ANTARA FOTO/Setpres/Cahyo Bruri Sasmito)

Jasa Herman sebagai tukang cukur terus berlanjut hingga Jokowi menjadi presiden Indonesia ketujuh. Sehari sebelum pelantikannya, Herman dipanggil untuk memangkas rambut mantan Wali Kota Solo itu. Ditemani Marcello, Herman datang ke Istana Negara.

Pria yang akan berusia 40 tahun pada Juni mendatang ini mengaku masih grogi saat memangkas rambut presiden, meski sebelumnya sudah sering melakukannya saat Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Waktu Pak Jokowi jadi gubernur, saya grogi. Lalu saat jadi presiden, tambah grogi. Kalau sekarang masih grogi tapi sedikit," kata Herman yang mulai menjadi tukang cukur pada usia 23 tahun.

Biasanya, dia membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit memangkas rambut Jokowi. Soal model, presiden yang ramah dan suka bercanda itu hanya minta rambutnya dirapikan.

Dan saat memangkas rambut, dia kerap berbincang mengenai hal-hal ringan. Misalnya soal putranya, yang sering potong rambut dengannya.  Herman yang mulai memangkas rambut sejak tahun 2000 tentu saja senang dan bangga bisa memangkas rambut presidennya. Karena itu, soal bayaran, bukan menjadi ukuran.

Selain kebanggaan dan kepercayaan yang diperoleh, keluarga dan teman-temannya pun merasakan hal yang sama. Bahkan setelah dia dikenal sebagai tukang cukur Jokowi, banyak pelangan yang ingin dilayani. Sehari dia bisa melayani sekitar 15 pelanggan.

"Bukan masalah finansial tapi kepercayaan, teman-teman dan keluarga juga merasa bangga," ucap Herman yang kali pertama memotong dibayar Rp5.000.
 
Adi Sundari, pelanggan cukur Herman mengatakan sudah cocok dengan potongan tukang cukur Jokowi tersebut. Karena itu, sejak kali pertama hingga saat ini, dia selalu menggunakan jasa Herman untuk memangkas rambutnya.

"Tukang cukur itu cocok-cocokkan. Pertama kali datang sampai tiga kali, potongan dia selalu konsisten, itu yang penting. Jadi tiap ke sini, selalu dengan Mas Herman," kata karyawan perusahaan swasta tersebut.  

Selanjutnya, Mencukur SBY Satu Dekade