Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 1 April 2017 | 15:56 WIB
  • Gemerincing Rupiah Pinggir Kampus

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Rifki Arsilan,
    • Mohammad Yudha Prasetya,
    • Fikri Halim,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
Gemerincing Rupiah Pinggir Kampus
Photo :
  • VIVA.co.id/Nurcholis Anhari Lubis
Pembangunan apartemen di Jakarta

VIVA.co.id – Lembaran-lembaran seng bercat putih itu tertata rapi. Berjejer memagari lahan kosong seluas 5.500 meter persegi. 

Pagi itu, Jumat 31 Maret 2017 pukul 10.00 WIB, tak banyak aktivitas di lahan itu. Hanya terlihat dua tenda terpasang. Sebuah alat berat paku bumi juga berdiri tegak. 

Lahan yang sebagian masih ditumbuhi rumput ilalang cukup tinggi itu sangat strategis. Berlokasi di sisi Jalan Margonda Raya, Depok. 

Berjarak 100 meter dari gerbang utama Kota Depok, atau sekitar 400 meter dari kampus Universitas Indonesia, lokasi lahan itu persis di jalur Depok-Jakarta.

Tiga kampus besar berdiri di sekitar lahan itu. Lokasi yang tak dipungkiri cocok untuk aktivitas bisnis. Di antaranya untuk pembangunan apartemen indekos. 

"Semua tenda dan alat berat yang ada di lahan ini untuk acara groundbreaking (pemasangan tiang pancang) pembangunan apartemen Evencio Margonda," kata Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia, PT PP Properti, Indaryanto kepada VIVA.co.id, Jumat 31 Maret 2017.

Ia mengungkapkan, meski acara groundbreaking baru dilaksanakan pada Minggu 2 April 2017, dari 700 unit apartemen di menara I Evencio Margonda, hingga saat ini sudah terjual hingga 80 persen atau sekitar 560 unit.

Di lokasi ini, Indaryanto melanjutkan, PP Properti berencana untuk membangun dua menara Evencio Margonda Apartment. Masing-masing menara akan memiliki 38 lantai dengan total sekitar 1.200 unit.

"Kami memang menyasar target pasar mahasiswa dari sejumlah universitas di kawasan ini. Seperti misalnya Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma, Universitas Pancasila, bahkan Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik (IISIP) Jakarta di Lenteng Agung," ujar dia.

Indaryanto mengungkapkan, proyek apartemen mahasiswa ini menelan investasi Rp590 miliar. Dalam setiap menara, Evencio Margonda akan dilengkapi 580 unit CCTV.

Di Jakarta dan Pulau Jawa, biaya konstruksi untuk pembangunan apartemen kelas menengah rata-rata Rp8-12 juta per meter persegi. Biaya tersebut sudah termasuk izin bangunan dan konsultan.

Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan, biaya konstruksi itu akan semakin besar bila apartemen yang dibangun kawasan timur Indonesia. “Karena mahalnya bahan-bahan bangunan seperti semen dan lain-lain,” kata Ferry kepada VIVA.co.id, Sabtu 1 April 2017.

Sementara itu, Anton Sitorus, Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Research, mengatakan, biaya konstruksi untuk membangun apartemen Rp7 juta hingga belasan juta rupiah per meter persegi. Namun, untuk apartemen mewah, biaya konstruksi bisa Rp20 jutaan per meter persegi.

“Biaya itu sudah termasuk perizinan dan lain-lain,” tuturnya kepada VIVA.co.id.

Menurut dia, untuk apartemen indekos kelas menengah bawah yang biasanya berlokasi di sekitar kampus, biaya konstruksi sekitar Rp10 juta per meter persegi.

Selanjutnya, Peluang Bisnis