Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 7 Juni 2017 | 10:41 WIB
  • Gelimang Harta Karun di Samudera Nusantara

  • Oleh
    • Harry Siswoyo,
    • Amal Nur Ngazis,
    • Reza Fajri,
    • Dinia Adrianjara,
    • Afra Augesti,
    • Rifki Arsilan,
    • Rifki Arsilan
Gelimang Harta Karun di Samudera Nusantara
Photo :
  • VIVA.co.id/Nurcholis Anhari Lubis
sorot harta karun - Barang-barang berbahan keramik yang ditemukan dari bangkai kapal berusia 1.000 tahun di perairan Cirebon, Jawa Barat.

VIVA.co.id – Tumpukan besi berkarat bergelimpangan di atas geladak kapal. Beratnya diperkirakan mencapai seribu ton. Sementara di masing-masing buritan, dua buah tangan besi raksasa yang dikendalikan mesin terlihat menjulang tinggi berwarna kemerahan berpadu putih.

Dari tangan besi itu terlihat dua capit raksasa, ukurannya hampir dua kali panjang bus penumpang wisata. Bentuknya persis dengan mainan mesin capit yang ada di wahana bermain anak, yang ditaruh di dalam sebuah boks dan biasanya berisi boneka.

Bisa dibayangkan jika ukuran capit ini sebesar bus. Tentu benda yang diangkut juga jauh lebih besar. Dan yang lebih mengejutkan lagi, kapal ini juga memiliki mesin sedot yang memiliki kekuatan luar biasa. 

Bagaimana tidak, tembaga seberat satu ton saja bisa dengan mudahnya diisap oleh kapal ini. Lalu milik siapa kapal ini?

Ya, inilah kapal keruk Chuan Hong 68. Kapal berbendera China ini memiliki panjang mencapai 122 meter dengan bobot total mencapai 8.258 Gross Ton. 

Akhir April lalu, kapal ini ditemukan di perairan Anambas Natuna Kepulauan Riau. Ketika sedang lego jangkar dan mengoperasikan crane raksasanya. 

Diduga kapal keruk milik perusahaan Malaysia ini sudah berhari-hari di sana bersama 20 anak buah kapalnya. Dan bisa dipastikan, sebuah kapal keruk dengan dua crane raksasa jelas bukan untuk mencari ikan. 

Ya, kapal yang membawa 16 warga China, tiga Malaysia dan satu warga India ini rupanya mengumpulkan besi bekas. Tak jelas apa maksudnya kapal sebesar ini cuma mengumpulkan besi bekas. Jumlah yang dikumpulkan saat ditemukan juga tak main-main, mencapai 1.000 ton. [Baca Juga: Pertaruhan Maut Memburu Harta]

Ini bukan angka sedikit untuk sebuah besi bekas. "Dugaan pengambilan barang berharga bawah air dan pengangkatan kerangka kapal," tulis laporan Komando Armada RI Kawasan Barat dalam laman resminya, Jumat, 21 April 2017.

Ya, kapal keruk raksasa ini dicurigai memang tengah mengumpulkan kerangka kapal masa silam yang tenggelam di perairan Indonesia. Awalnya mungkin kerangka dahulu, selanjutnya mungkin saja isi kapal, yang jelas memiliki nilai jauh tiada tara. [Lihat Infografik: Sebaran Harta Karun di Laut Indonesia]

Selanjutnya... Sarang Harta Karun