Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 24 Juni 2017 | 14:21 WIB
  • Ketupat Tape, Hidangan Khas Lebaran Tanah Rencong

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Putri Firdaus,
    • Zulfikar Husein (Lhokseumawe)
Ketupat Tape, Hidangan Khas Lebaran Tanah Rencong
Photo :
  • ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Pelangi muncul di atas Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Aceh

VIVA.co.id - Jelang Lebaran, Meutia dan keluarga mulai sibuk mempersiapkan banyak hal, termasuk kudapan lezat di Hari Raya. Meski sudah lama di Jakarta, keluarga Meutia tak melupakan tradisi kampung halamannya yang terletak di Meukek, Aceh Selatan.

Ada beberapa kudapan wajib khas Aceh yang selalu disajikan keluarganya, salah satunya katupek atau ketupe alias ketupat tape. Jauh dari kampung halaman memang tak menggusur tradisi makan katupek di keluarga besarnya. Namun tinggal di Jakarta juga membuat keluarga Meutia tetap menikmati ketupat sayur ala masyarakat Jawa.

Ketupat sudah menjadi simbol Hari Raya umat Islam di Indonesia sejak zaman dahulu, tepatnya pada masa pemerintahan Demak yang dipimpin Raden Patah di awal abad 15, menurut H.J. de Graaf dalam Malay Annal.

Ia menduga, kulit ketupat yang terbuat dari janur berfungsi menunjukkan identitas budaya pesisir yang ditumbuhi banyak pohon kelapa. Sementara warna kuning pada janur dimaknai sebagai upada masyarakat pesisir Jawa untuk membedakan warna hijau dari Timur Tengah dan merah dari Asia Timur.

Lebaran Ketupat

Seorang anak berada dalam tumpukan ketupat saat acara Lebaran ketupat di halaman kantor walikota Jakarta Barat. (VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi)

Ketupat dalam Kamus Pepak Basa Jawa oleh Slamet Mulyono, berasal dari kupat. Parafrase kupat adalah ngaku lepat yang artinya mengaku bersalah. Janur atau daun kelapa yang membungkus ketupat merupakan kependekan dari kata 'jatining nur' yang berarti hati nurani. Secara filosofis beras yang dimasukkan dalam anyaman ketupat menggambarkan nafsu duniawi.

Bentuk ketupat sendiri beragam. Menurut Linda Farida Rahmat, pakar kuliner sekaligus anggota tim ahli bidang kuliner warisan budaya tak benda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bentuk ketupat bisa tergantung kreativitas masing-masing pengrajin dan daerahnya.

"Kalau bentuknya beragam tergantung kreativitas ada yang panjang, segi empat, kerucut, segi lima ada yang gepeng, bundar, ada yang kecil dan besar. Biasanya ketupat dibuat awalnya untuk tali silaturrahim isinya bisa macam-macam seperti beras ketan atau beras nasi dimasak dengan air putih atau santan," ujarnya kepada VIVA.co.id melalui sambungan suara.

Kehadiran ketupat di tengah perayaan Lebaran di Indonesia dianggap memiliki makna filosofis untuk saling memaafkan dan bersilaturrahmi. Masih menurut Linda, ketupat yang tak bisa dimakan sendiri itu, artinya harus dengan kudapan pelengkap lain, melambangkan keberagaman dan kebersamaan.

"Kalau bersatu itu kan nikmat dan jadi sarana untuk silaturrahim karena ketupat tidak bisa dimakan sendiri," tambahnya.

Di Jawa, bahkan dikenal adanya Lebaran Ketupat, yang merupakan perayaan pada satu minggu setelah Idul Fitri atau tepatnya setiap 8 Syawal. Namun, Lebaran Ketupat ini masih asing bagi masyarakat luar Jawa, Aceh misalnya.

Negeri Serambi Mekkah itu tidak mengenal istilah Lebaran Ketupat. Akan tetapi, Aceh juga punya tradisi makan ketupat saat Hari Raya. Provinsi ini punya keunikan sendiri dalam menikmati kudapan spesial Lebaran. Seperti apa tradisi makan ketupat dan kuliner khas lain di Aceh saat Lebaran?

Selanjutnya..Tradisi makan ketupat saat Lebaran di Aceh