Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 7 Juli 2017 | 18:56 WIB
  • 'Jalan Darah' Membawa Berkah

  • Oleh
    • Harry Siswoyo,
    • Fikri Halim,
    • Nur Faishal (Surabaya)
'Jalan Darah' Membawa Berkah
Photo :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Truk melintas di proyek pembangunan jalan Tol Pemalang-Batang Paket I di Saweka, Pemalang, Jawa Tengah

VIVA.co.id – Ibarat tubuh, maka Jalan Daendels adalah pembuluh nadinya Pulau Jawa. Ia memanjang sejauh 1.000 kilometer dari Anyer di ujung barat hingga ke Panurukan di ujung timur.

Jalan ini lah yang telah memperpendek jarak antara Batavia-Surabaya, dari 40 hari menjadi cuma sepekan.

Dua abad silam, Jawa menjadi satu-satunya koloni Belanda-Prancis yang belum jatuh ke tangan Inggris. Karena itu, Jawa menjadi perhatian serius Raja Belanda, Louis Bonaparte.

Adik dari Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte ini khawatir jika Pulau Jawa akan ikut dikuasai oleh Inggris. Atas itu, pada 1807 ia mengutus seorang komandan dari legiun asing Prancis bernama Herman Willem Daendels.

Herman Willem Daendels.

Sosok Herman Willem Daendels. (VIVA.co.id/ Dody Handoko)

Daendels jelas bukan orang sembarangan. Sebab, sebelum ia diputuskan bertugas ke Hindia Belanda, pria kelahiran Prancis pada 21 Oktober 1762 ini telah membuktikan kerjanya dengan mempertahankan Provinsi Friesland dan Groningen dari serangan Prusia.

Berawal dari mandat itu lah, Daendels akhirnya mengarungi laut. Sejumlah catatan sejarah menyebut, jika pria ini harus menempuh waktu 10 bulan di laut sebelum akhirnya tiba di Batavia pada 5 Januari 1808, dan kemudian menjadi gubernur Hindia Belanda sembilan hari kemudian menggantikan AH Wiese.

Selanjutnya, Jalan Darah