Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 22 Juli 2017 | 16:10 WIB
  • Kanker, Memiskinkan dan Mematikan

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Isra Berlian,
    • Adinda Permatasari,
    • Diza Liane Sahputri,
    • Putri Firdaus,
    • Bobby Agung,
    • Ichsan Suhendra
Kanker, Memiskinkan dan Mematikan
Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa
Sanak saudara berdoa untuk jenazah Yana Zein di Rumah Duka Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, 1 Juni 2017.

VIVA.co.id – Awal Juni 2017, publik dikagetkan dengan kepergian Yana Zein. Artis gaek ini menghembuskan nafas terakhir usai berjuang keras melawan penyakit yang dideritanya selama kurang lebih dua tahun. Yana Zein tak sendiri. Pada 10 juni 2017, pedangdut Julia Perez menyusul ke alam baka.

Meninggalnya Yana Zein dan Julia Perez membuat masyarakat terhenyak. Karena, keduanya meninggal akibat penyakit yang sama, kanker. Padahal, keduanya sudah berjuang keras untuk mengobati penyakit mematikan tersebut. Tak hanya itu, kanker juga telah membuat Yana Zein dan Julia Perez bangkrut.

Asisten Yana, Nita menuturkan, Yana pertama kali didiagnosis kanker pada 2015 silam, diawali dengan adanya benjolan sebesar kelereng di bagian payudaranya. Semakin lama, semakin banyak benjolan yang muncul, sampai-sampai suatu ketika salah satunya pecah saat ia sedang syuting. Berawal dari situ, Yana memutuskan untuk mulai berobat.

Berbagai jenis pengobatan sudah ia coba, termasuk pengobatan alternatif. Yana juga bolak-balik berobat ke China. Di sana ia malah sempat dirawat berbulan-bulan. Yana benar-benar berjuang keras untuk menyembuhkan penyakitnya. [Baca juga: Kontroversi Rompi Warsito]

"Awalnya tuh dia pengobatan alternatif. Apa yang dikata temannya bagus, dia ke sana. Dikasih tahu ada yang bagus di Bandung, dia ke Bandung. Banyak pengobatannya, tapi enggak ada hasil. Malah makin banyak aja benjolannya. Terakhir-terakhir kalau enggak salah sempat ke Jeng Ana juga. Baru setelah itu, tahun 2016 berobat secara medis ke rumah sakit," ujar Nita kepada VIVA.co.id baru-baru ini.

Jika Yana di payudara, Jupe harus takluk pada kanker serviks atau leher rahim yang bercokol di tubuhnya. September 2014 adalah pertama kali pelantun Belah Duren itu mengungkapkan penyakitnya kepada publik. Sri Wulansih, sang ibunda mengatakan, bahwa sejak didiagnosis kanker, Jupe langsung berobat ke sebuah rumah sakit di Singapura selama dua bulan. Ia harus bolak-balik ke sana untuk operasi, menjalani kemoterapi hingga radiasi. [Lihat infografik: Momok Kanker]

Keluarga, kerabat dan penggemar sempat lega mendengar kabar bahagia dari Jupe pada Januari 2015 lalu. Kala itu, mantan istri pesepakbola Gaston Castano tersebut sempat mengatakan bahwa dirinya telah sembuh total dari kanker leher rahim. Ia bahkan menggunduli rambutnya sebagai bentuk kepedulian terhadap para pejuang kanker. Ia juga aktif mengampanyekan kepedulian dan perang terhadap kanker.

jupe meninggal - kanker serviks - julia perez

Keluarga dari aktris Yuli Rahmawati atau Julia Perez bersama artis Eko Patrio membawa foto dan nisan almarhumah saat akan memakamkan jenazah di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Kesehatannya kembali memburuk pada Juni 2016 dan Desember 2016. Dengan perasaan yang hancur, Jupe mengungkapkan, bahwa kanker yang dideritanya sudah masuk stadium 4.  Selang dua bulan kemudian, Jupe mulai dirawat secara intensif di Rumah Sakit Cipto Mangoenkusumo (RSCM).