Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 29 Juli 2017 | 15:37 WIB
  • Mimpi Negara Antariksa

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia,
    • Rifki Arsilan,
    • Afra Augesti,
    • Mitra Angelia,
    • Danar Dono,
    • Bayu Nugraha
Mimpi Negara Antariksa
Photo :
  • REUTERS/Stringer
Warga menyaksikan peluncuran pesawat ulang alik ke luar angkasa dari Wenchang Satellite Launch Center di Wenchang, Provinsi Hainan, China

VIVA.co.id – Pemuda usia 19 tahunan itu terlihat bergegas keluar dari salah satu kelas di Kampus Universitas Pertamina. Napasnya masih terengah ketika menyapa VIVA.co.id yang sudah 15 menit menunggunya.

Hari itu, Syafriza Bakri, nama pemuda berkaca mata itu, usai menjalani ujian akhir semester. Mahasiswa jurusan Teknik Perminyakan itu sudah tiga semester berkuliah di kampus yang terletak di kawasan Simprug, Jakarta Selatan.

Mengenakan kaus berkerah abu-abu bergaris dan tas hitam yang disandang di punggungnya, penampilan Syafriza cukup kasual. Namun, siapa menyangka, dia adalah juru bicara untuk Asgardian di Indonesia.

sorot antariksa  - Juru Bicara Asgardia Indonesia - Syafriza Bakri

Juru Bicara Asgardia Indonesia, Syafriza Bakri saat ditemui VIVA.co.id di Jakarta. (VIVA.co.id/Rifki Arsilan)

Saat VIVA.co.id menghubungi Asgardia pusat melalui email, ditegaskan bahwa hanya pemuda berkulit putih itu yang boleh berbicara atas nama mereka di Indonesia.

Ya, Asgardia. Nama ini belakangan mulai heboh setelah ditemukan ada sekitar 5.000 lebih orang Indonesia, di antara 283.000 penduduk dunia, yang mendaftar menjadi warga sebuah negara yang akan dibangun di antariksa itu. [Baca juga: Cari Kehidupan di Luar Bumi]

Termasuk Syafriza Bakri ini. Dia pun bercerita awal mula mengenal Asgardia dan alasannya mendaftar menjadi warga dari negara, yang namanya mirip dengan tanah kelahiran superhero ala Marvel, Thor. [Lihat Infografik: Rumah Pengganti Bumi]

Selanjutnya, Asgardia untuk Dunia