Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 5 Agustus 2017 | 17:06 WIB
  • Warkop DKI, Berjaya Sepanjang Masa

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Ichsan Suhendra,
    • Ichsan Suhendra
Warkop DKI, Berjaya Sepanjang Masa
Photo :
  • VIVA.co.id/ Diza Liane Sahputri
Indro Warkop

VIVA.co.id – "Tertawalah, sebelum tertawa itu dilarang". Begitu kalimat yang selalu tertera di setiap akhir film Warkop DKI. Slogan nyeleneh namun sarat makna ini merupakan buah pikiran dari trio pelawak Warkop DKI, Dono, Kasino dan Indro.

Jika Benyamin Sueb dikenal sebagai legenda lawak perorangan Indonesia maka Warkop DKI layak menjadi salah satu legenda grup lawak Tanah Air. Film Warkop DKI Reborn yang dirilis tahun 2016 menjadi bukti eksistensi bahwa lawakan berkelas akan mampu bertahan meski menghadapi gempuran zaman.

Setelah film terakhir Warkop DKI diproduksi  22 tahun lalu, film komedi Warkop DKI Reborn yang mengambil judul lengkap Jangkrik Boss Part 1 sukses membetot khalayak luas. Film ini tercatat disaksikan lebih dari enam juta pentonton.

Perjalanan Warkop DKI adalah perjalanan merajut lawak yang bermula dari guyonan ala anak kampus. Kelompok lawak yang namanya masih berjaya ini awalnya bermula dari tiga mahasiswa Universitas Indonesia yang humoris yaitu Kasino Hadiwibowo, Nanu Mulyono, dan Rudi Bagil.

Menurut Indro, anggota Warkop DKI yang masih ada, kelucuan Kasino, Nanu dan Rudi Bagil muncul saat mereka berkumpul di sebuah tempat  yang kerap menjadi tempat kumpul aktivis. 
Kelakuan dan canda mereka yang lepas dan cerdas memikat Tommy Lesanpura, pimpinan radio Prambors saat itu.

Indro Warkop memegang buku Main-main Jadi Bukan Main

Indro Warkop DKI memegang buku Main-main Jadi Bukan Main. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

Seperti diketahui Radio Prambors adalah radio anak muda yang berlokasi di titik simpang antara Jalan Prambanan dan Borobudur di Menteng, Jakarta Pusat. Tommy lalu menawarkan ketiganya untuk mengisi mengisi acara di radio tersebut. 

Awalnya acara ini adalah bincang-bincang pencinta alam, karena ketiganya adalah anggota Mapala UI. Namun acara itu sepi pendengar hingga akhirnya konsep diubah. Lalu pada 23 September 1973, obrolan humor ini mulai ditayangkan.

Dengan durasi 45 menit, Tommy membebaskan Kasino, Rudi, dan Nanu untuk mengembangkan obrolan menjadi lawakan yang bernas dan cerdas. Obrolan Santai di Warung Kopi adalah nama acara itu.