Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 26 Agustus 2017 | 19:16 WIB
  • Umrah Mandiri, Seru dan Menantang

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Isra Berlian
Umrah Mandiri, Seru dan Menantang
Photo :
  • dok. pribadi
Diah Andrini Dewi, Pelaku Umrah Mandiri

VIVA.co.id – Nurul gelisah. Temannya di Indonesia tak kunjung menjawab panggilan teleponnya. Sementara, petugas counter check-in Bandara Internasional Tan Son Nhat, Saigon, Vietnam, berkali-kali memeriksa kelengkapan dokumennnya. Petugas juga menanyakan mahram, pendamping lawan jenis yang hukumnya haram dinikahi.

Pagi itu, 27 Januari 2016, Nurul tiba lebih pagi dari jadwal penerbangannya. Ia berjalan santai menikmati suasana bandara Tan Son Nhat yang belum terlalu padat. Hatinya membuncah bahagia, membayangkan mimpinya yang sudah di depan mata. Ya, hari itu, Nurul akan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah. Ia akan melalui rute Saigon - Kuala Lumpur - Jeddah.

Namun kebahagiaan itu mendadak buyar, saat sadar bahwa ia sendirian, tanpa mahram, tanpa rombongan. Petugas bandara menahannya, mengonfirmasi tujuan dan berusaha memastikan adanya mahram yang diwajibkan Pemerintah Arab. Nurul berusaha menjelaskan, bahwa dia tak benar-benar sendirian. Ada rombongan, termasuk mahram, yang akan berangkat bersamanya dari Kuala Lumpur. 

Beruntung, tak lama kemudian, petugas maskapai menghampiri dan menjelaskan kepada petugas bandara. Akhirnya ia pun diizinkan berangkat. Nurul diminta melakukan check-in ulang di Kuala Lumpur bersama mahram dan rombongannya. Mahasiswa pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini pun lega.

Wanita bernama lengkap Nurul Zuhro, yang di tahun 2016 kala itu masih berstatus mahasiswa tak berpikir panjang untuk memutuskan pergi umrah ketika kesempatan menghampirinya. Pasalnya, wanita ini sudah bermimpi ke Tanah Suci sejak lama. Menyandang status mahasiswa, Nurul belum sepenuhnya bebas finansial karena harus membayar biaya kuliah pascasarjana 2 semester, indekosnya di Jakarta, dan semua biaya hidup yang tak lagi ditanggung orangtuanya.

Namun, nasib berkata lain. Nurul bertekad untuk menyambangi Kakbah, tatkala seseorang memberitahunya, bahwa Allah tidak memanggil orang mampu untuk umrah, tapi memampukan orang yang dipanggil untuk umrah. Akhirnya, tepat di penghujung Januari 2016, Nurul terbang memenuhi panggilan-Nya.

Selanjutnya, berburu tiket murah.