Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 14 Oktober 2017 | 20:35 WIB
  • Non Tunai Siapa Untung

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Eduward Ambarita,
    • Fajar Ginanjar Mukti,
    • Rifki Arsilan,
    • Putri Firdaus,
    • Afra Augesti,
    • Fikri Halim,
    • Chandra G. Asmara
Non Tunai Siapa Untung
Photo :
  • ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Seorang pengemudi mobil pengguna jalan tol bertransaksi menggunakan kartu elektronik non tunai ketika akan keluar dari tol Belmera Amplas Medan, Sumatera Utara

VIVA.co.id – Gerbang tol Cililitan 2 itu berdiri kokoh. Warna biru mendominasi bangunan itu. Kamis sore, 12 Oktober 2017, rintik hujan membasahi 15 gardu di gerbang tol di kawasan Jakarta Timur itu. 

Gerbang tol itu menjadi salah satu pintu masuk ke Ibu Kota Jakarta. Terletak di ruas tol Jagorawi, kendaraan yang melintas sore itu tak seramai biasanya. Cenderung lengang dan lancar.

Antrean kendaraan roda empat atau lebih dari arah Kampung Rambutan menuju Cawang, nyaris tak terjadi. Gerbang tol itu juga menjadi salah satu akses pengendara menuju Tomang dan Tanjung Priok.

Dari 15 gardu di gerbang tol yang tersedia, 11 di antaranya adalah Gardu Tol Otomatis (GTO). Gardu ini melayani transaksi non tunai, sehingga arus kendaraan terlihat lebih lancar.

Kondisi ini berbeda dengan empat gardu manual lainnya. Transaksi di gardu dengan transaksi tunai agak tersendat. Empat hingga lima kendaraan roda empat tampak mengantre.

“Iya, sekarang ini kan semuanya sedang dipersiapkan, makanya di sini hanya empat pintu saja yang masih ada orangnya untuk melayani pembayaran tunai, yang lainnya (11 pintu) sudah GTO semua,” kata salah satu petugas pintu tol yang tidak mau menyebutkan namanya ketika ditemui VIVA.co.id.

Upaya perubahan transaksi tunai di gerbang tol menjadi non tunai pun digalakkan oleh pemerintah. Bahkan, per 31 Oktober 2017, seluruh layanan jalan tol akan diberlakukan pembayaran elektronik. 

sorot non tunai - gerbang tol e-toll - bayar

Pengendara melakukan transaksi pembayaran tol non tunai di gerbang tol Pejompongan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Penerapan pembayaran elektronik di jalan tol diyakini pemerintah bisa mengurangi kepadatan kendaraan di gerbang tol selama ini. Dan tentunya mendukung upaya Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang telah dicanangkan.  

"Negara lain semuanya sudah pakai, masa kita masih cash (tunai). Akurasi pembayaran juga semakin jelas. Apa kita mau cash terus?" kata Presiden Joko Widodo di sela peresmian Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi di Gerbang Tol Kualanamu, Deli Serdang, Medan, Jumat, 13 Oktober 2017.

Jokowi menegaskan, penggunaan kartu uang elektronik akan memperlancar lalu lintas dan akurasi pembayarannya lebih baik. "Ini kan sekali lagi memperlancar lalu lintas, memperbaiki pelayanan, kemudian pembayaran, akurasinya lebih baik, lebih aman," tutur mantan gubernur DKI Jakarta itu. [Lihat Infografik: Mengenal Uang Elektronik]

Assistant Vice President Corporate Communication PT Jasa Marga, Tbk, Dwimawan Heru Santoso, mengatakan, dalam penerapkan 100 persen non tunai di jalan tol, pengelola jalan tol itu membagi dua periode perubahan metode pembayaran transaksi yang dimulai sejak September hingga akhir Oktober 2017.

Yang pertama dilakukan pada 17 dan 24 September 2017. Periode kedua pada 5-30 Oktober 2017. Adapun uang elektronik yang digunakan adalah e-mOney (Bank Mandiri), Brizzi (BRI), serta TapCash (BNI).

Selain itu, Heru melanjutkan, Jasa Marga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk bersiap melakukan perubahan transaksi di jalan tol. Hingga 9 Oktober 2017, pengguna non tunai sudah mencapai 79 persen atau meningkat cukup tajam dibandingkan akhir tahun lalu yang hanya 25 persen. [Baca juga: Lima Detik Menyulut Pelik]

"Dari sisi kesiapan sudah sangat siap, sosialisasi juga cukup bagus. Buktinya sekarang sudah 79 persen per 9 Oktober (pengguna e-money Jasa Marga), itu luar biasa, dan kami punya waktu dua minggu. Responsnya cukup baik," tutur Heru kepada VIVA.co.id.

Ia menuturkan, selain aspek infrastruktur, perseroan bersama perbankan juga terus mendorong kesiapan masyarakat beralih ke non tunai, yaitu menyediakan kartu non tunai dari 21 persen warga yang belum memiliki.    

Adapun bentuk penyediaan kartu tersebut dilakukan dengan memberikan diskon sebesar 100 persen untuk pembelian uang elektronik baru. Diskon tersebut, bukan berarti masyarakat tidak mengeluarkan uang sepeser pun.

Pembelian tetap dilakukan, namun saldo yang akan diterima masyarakat akan sesuai dengan nominal yang dikeluarkan untuk pembelian satu uang elektronik. Program itu akan dilakukan pada 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk, Hari Siaga, mengatakan, untuk mendukung implementasi 100 persen elektronifikasi jalan tol, perseroan telah menyiapkan Brizzi di 26 ruas tol yang terdiri atas 283 gerbang tol di seluruh Indonesia.

Selain itu, BRI, lanjut Hari, melakukan penjualan Brizzi langsung ke konsumen di gerbang-gerbang tol. Penjualan dilakukan pada 97 titik gerbang tol, sejak 14 Agustus hingga 7 Oktober 2017 dan menyediakan 1,5 juta kartu.

Heru menambahkan, sejumlah langkah yang sedang dikerjakan perseroan tentunya adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan, percepatan transaksi di gerbang tol dan tentunya mendukung Gerakan Nasional Non Tunai.

Selanjutnya, Gerakan Nasional Non Tunai