Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 25 November 2017 | 18:38 WIB
  • Bermain dengan Momentum

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia,
    • Mitra Angelia,
    • Rifki Arsilan,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Bermain dengan Momentum
Photo :
  • ANTARA Foto/Andreas Fitri Atmoko
Frida Dwi (32) pembuat game

VIVA – Pria berbaju hitam itu membuka laptopnya, yang juga berwarna hitam, di atas meja kayu. Bagian depan komputer jinjing milik pria bernama Frida Dwi itu dipenuhi stiker.  

Alhasil, bodi asli laptop itu pun hampir tidak terlihat lagi. Di laptop itu, dia membuka file bertajuk 'Tiang Listrik'.  

Tak lama, tangannya pun sigap beralih ke smartphone. Di layar perangkat genggam itu terlihat sebuah mobil animasi berwarna merah yang berhadapan dengan tiang listrik berwarna putih. 

Ketika layar disentuh, mobil akan berjalan dan tiang listrik akan bermanuver untuk menghindari tabrakan. Di bagian atas layar terdapat tiga bentuk hati berwarna merah. Di sampingnya ada angka, yang menunjukkan jumlah keberhasilan menabrak tiang listrik. 

Sekali gagal, hati berwarna merah akan menghilang. Permainan akan berakhir jika tak ada lagi hati berwarna merah.

"Anda gagal nabrak. Coba lagi," demikian tulisan yang muncul saat game usai.

Cukup nyeleneh memang. Saat semua game mobil berupaya mendapatkan skor untuk menghindari tabrakan, game Tiang Listrik justru akan memberikan skor dari kesigapan mobil menabrakkan diri ke tiang listrik. 

Frida Dwi saat membuat game Tiang Listrik.

Frida Dwi saat membuat game Tiang Listrik. (VIVA/Daru Waskita)

Ya, wajar saja. Menurut pria yang kerap disapa UB ini, game itu memang dibuat berdasarkan topik ngetren yang belakangan sempat menghebohkan dunia maya. [Baca juga: Tajir Berkat Game]

Topik ‘Tiang Listrik’ memang sempat menjadi pembicaraan warganet. Ini terjadi usai Ketua DPR Setya Novanto mengalami kecelakaan tunggal menabrak tiang penerangan jalan. 

Kala itu, Setya Novanto memang sedang mencuri perhatian warganet. Dia menjadi tersangka korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang diduga merugikan negara Rp2,3 triliun. 

Berbekal inspirasi topik ‘Tiang Listrik’ tersebut, pria yang mengaku hanya mengenyam pendidikan D1 itu, bersama koleganya, Estu Galih, membuat game. Mereka berbagi tugas. 

Frida membuat desain grafisnya dan Estu kebagian koding. Tujuh jam, game pun jadi dan langsung diunggah ke toko aplikasi Google.

Tak butuh waktu lama bagi UB dan Estu menikmati hasilnya. Sehari, 4.000 unduhan. Dan sampai sekarang 200.000 download. [Lihat infografik: Deretan Game Momentum Favorit]