Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 25 November 2017 | 17:45 WIB
  • Tajir Berkat Game

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono
Tajir Berkat Game
Photo :
  • REUTERS/Kai Pfaffenbach
Sejumlah pengunjung mendatangi booth game Ubisoft di Jerman.

VIVA – Gedung Mesquite Convention Center berwarna krem beratap merah di Jalan Rodeo Dr, Dallas, Texas Amerika Serikat terlihat dari luar cukup ramai. Suasana makin gaduh ketika memasuki di lantai bawah gedung yang memiliki patung orang berkuda sambil melambai. 

Tak kurang 900 komputer saling terhubung melalui kabel ke router yang berserakan di lantai. Semua layar komputer menampilkan aksi tembak-tembakan dari permainan Quake III Arena.

Saat itu tahun 2000. Sekitar 3.000 orang datang dari berbagai penjuru dunia sembari membawa perangkat komputer masing-masing. Ada yang warga lokal, namun tidak sedikit yang datang dari Eropa dan Asia. Semua berkumpul demi satu tujuan, menjadi orang yang paling banyak ‘membunuh’.

Acara yang diberi nama Quakecon itu adalah yang kelima kalinya digelar oleh ZeniMax Media, perusahaan yang menaungi beberapa pengembang permainan terkenal. Termasuk salah satunya id Software.

Bagi para gamers, nama id Software ibarat sekte. Perusahaan yang didirikan oleh John Carmack dan John Romero itu menyuguhkan berbagai jenis permainan yang mencandu. Sejak pertama kali Wolfenstein dan Doom diluncurkan, saat itu pula nama Carmack dan Romero melejit di dunia gamers.

Menurut buku Masters of Doom karya David Kushner, kegemaran bermain game sebenarnya sudah ada sebelum hadirnya perangkat komputer. Zaman dulu, untuk bisa bermain game harus terlebih dulu membuat programnya.

Produsen perangkat konsol yang kala itu panen pesanan menyediakan buku panduan berisi perintah yang harus dimasukkan untuk membuat sebuah program permainan. Hal ini yang membuat banyak orang tertarik untuk memodifikasi program tersebut, agar permainan menjadi lebih seru.

Logo Apple Inc

Apple, rintisan Steve Jobs. (REUTERS/Aly Song)

Era permainan komputer mulai muncul saat Steve Jobs mengenalkan perangkat Apple II. Steve Jobs dan mitranya, Steve Wozniak, bukan orang asing di dunia permainan. Keduanya sempat disewa untuk membuat game oleh produsen permainan konsol terkenal, Atari.

Maka, tidak heran apabila Apple II sangat terkenal di kalangan gamers, baik yang senang bermain maupun pembuat programnya. Saat remaja, Carmack dan Romero banyak menghabiskan waktu di depan Apple II untuk merancang game.

Salah satu keahlian Romero adalah mampu melihat kelemahan dari sebuah permainan dan mencari solusinya. Contohnya saat ia datang ke acara peluncuran game Ultima V yang dikembangkan oleh Origin.

Saat tidak ada yang melihat, Romero mencabut disket berisi game Ultima V dan menggantinya dengan permainan buatannya. Meski sederhana, namun tampilan game milik Romero jauh lebih bagus. Melihat hal tersebut, bos Origin langsung menawarkan pekerjaan padanya.