Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 2 Desember 2017 | 15:44 WIB
  • Horor Tak Pernah Mati

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Rifki Arsilan,
    • Maria Margaretha Delviera
Horor Tak Pernah Mati
Photo :
  • REUTERS/Mario Anzuoni
Ilustrasi film horor

VIVA – Matanya membelalak penuh celak. Gaunnya putih menjuntai, seperti rambut panjangnya yang terurai. "Bang, sate! 200 tusuk, makan di sini," katanya ketika menghampiri pedagang sate suatu malam. Dua pria yang menjaga kedai itu saling melempar pandang.

Makin melotot ketika wanita berwajah pucat itu melahap semua sate mentah tanpa tersisa. Dia bahkan menenggak kuah soto mendidih langsung dari panci jumbo yang asapnya masih mengepul.

Kaget bukan kepalang mereka ketika nampak punggung si wanita bolong, penuh belatung. Wanita itu lalu tertawa cekikan. Dia ternyata sundel bolong. Tukang sate pun lari tunggang langgang.

Potongan adegan dari film Sundel Bolong produksi tahun 1981 ini begitu terkenal. Dan, bagi para pemirsa, adegan itu jadi salah satu ikon film horor khas Indonesia.

Pemeran utamanya siapa lagi kalau bukan mendiang Suzzanna, aktris yang berjuluk “Ratu Horor Indonesia”. Bernama lengkap Suzzanna Martha Frederika van Osch (Lahir: 13 Oktober 1942 – Wafat: 15 Oktober 2008), dia dikenal dengan deretan film horor yang melegenda.

Beranak dalam Kubur (1971), Sundel Bolong (1981), Nyi Blorong (1982), Telaga Angker (1984), Bangunnya Nyi Roro Kidul (1985), Malam Satu Suro (1988) merupakan beberapa film fenomenalnya.

Penulis artikel ini pun masih duduk di bangku SD kala film-film Suzzanna diputar di layar kaca. Kala itu, di era 90-an, konon katanya film horor, film nasional secara keseluruhan, sedang dianaktirikan. Gempuran film Hollywood tak terelakkan.

Horor Indonesia di era 2000-an lebih sering mempertontonkan seks dan tubuh perempuan. Karenanya, masa remaja saya lebih mengenal sinema franchise seram dari Hollywood, Jepang, dan Thailand. Beberapa di antaranya Saw, Ju-On, dan 4bia. Kala itu, film horor dari Asia, terutama negeri sakura dan gajah putih, memang sedang berjaya.

Pengabdi Setan

Salah satu agedan dalam film Pengabdi Setan. (Instagram.com/pengabdisetanofficial)

Film horor Indonesia kembali bergaung saat Danur sukses merajai box office setahun belakangan. Makin heboh, ketika Pengabdi Setan muncul dan disebut-sebut membuat standar baru film horor Indonesia. [Baca juga: Teror Sadako hingga Valak]

Data yang dikutip dari filmindonesia.or.id, Pengabdi Setan bahkan duduk di puncak box office film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak 2017. Dia sukses menutup layar dengan 4.206.103 penonton dan menggeser Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2 yang ada di tahta itu sebelumnya.

Bukan cuma sukses dari finansial, film ini juga borong nominasi di Festival Film Indonesia (FFI) 2017, yang jadi simbol supremasi dunia perfilman Tanah Air. Film yang disutradarai Joko Anwar ini berhasil borong 7 piala dari total 13 nominasi yang diraihnya dalam 22 kategori secara menyeluruh. [Lihat Infografik: Film Horor Terlaris Sepanjang Masa]

Sudah bisa ditebak, film-film horor lain mengekor. Masih dari situs filmindonesia, Jumat, 1 Desember 2017, 4 film horor sedang tayang hari ini. Mereka adalah After School Horror 2, Gasing Tengkorak, Keluarga Tak Kasat Mata, dan Mata Batin. 

Horor memang selalu dapat tempat, meski tak jarang dihujat. Seperti apa film horor dunia dan Indonesia dari dulu hingga sekarang? Mari kita bahas.