Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 2 Desember 2017 | 15:10 WIB
  • Teror Sadako Hingga Valak

  • Oleh
    • Finalia Kodrati
Teror Sadako Hingga Valak
Photo :
  • REUTERS/Jon Nazca
Ilustrasi salah satu film horor

VIVA – Berbaju putih dan rambut panjang terurai yang menutupi wajahnya, hantu wanita ini merangkak keluar, menebar teror ketakutan dan balas dendam. Itulah hantu Sadako. Sosok menyeramkan ini merupakan salah satu hantu Jepang yang sangat populer.

Sadako diceritakan sebagai jelmaan wanita yang ditemukan tak bernyawa di sebuah sumur tua. Penyebab kematiannya sangat misterius.

Bagi pecinta film horor Jepang, sosok Sadako memang sudah tak asing lagi. Kisah hantu yang diceritakan dalam film Ringu ini diawali dengan kematian siswa SMA di Tokyo setelah menonton sebuah video di asrama.

Salah satu siswa yang meregang nyawa bernama Tomoko yang kebetulan keponakan salah satu reporter televisi Tokyo, Reiko Asakawa. Reiko pun menyelidiki kematian itu. Ia menyadari kematian Tomoko dan beberapa siswa lainnya sangat misterius. Dari penelusurannya ia menemukan kisah Sadako. Ternyata, video yang ditonton Tamako dan siswa lain di sekolah itu mengandung kutukan.

Film Ringu yang dirilis tahun 1998 disutradarai Hideo Nakata. Film yang diangkat berdasarkan novel milik Koji Suzuki ini dibintangi Nanako Matsushima dan Hiroyuki Sanada. Film yang proses pembuatannya menghabiskan waktu sembilan bulan ini disebut sebagai film dengan biaya produksi terbesar di Jepang, sekitar US$13 juta.

Sorot Film Horor Bioskop - setan - iblis

Salah satu cuplikan film horor luar negeri. (REUTERS/Mario Anzuoni)

Seperti dilansir dari horrorcultfilms, film Ringu sangat populer hampir di seluruh dunia. Pergerakan hantu dengan gaya merangkak seperti serangga memang baru pertama kali muncul di Ringu. Dan inilah yang membuat film bergenre psikologi horor ini menjadi fenomenal, dan  terkenal. Yang berbeda lainnya, Ringu memiliki efek suara setan yang membuatnya terngiang dan sulit dilupakan penonton.

Tak hanya sukses meneror penontonnya, Ringu juga juga meraih sukses di box office dengan menghasilkan 1 miliar Yen. Pujian dan pengakuan dari kritikus film di negara Matahari Terbit yang terkenal sangat kritis juga didapat.

Kesuksesan Ringu ini diikuti kesuksesan film horor lainnya, Ju-On: The Grudge, yang sedikit banyak punya kesamaan dengan Ringu. Salah satunya sosok hantu yang ditampilkan. Jika di Ringu menampilkan Sadako, yang keluar dari sumur dengan merangkak, di Ju-On hantu hantu Sayako merangkak saat turun dari tangga. Keduanya dianggap sebagai sosok hantu yang ikonik.

Mendunia

Ringu menyedot perhatian publik dunia. Keberhasilan film berdurasi 95 menit ini membawa tren baru dalam film bergenre horor. Bahkan, sineas Hollywood tidak mau ketinggalan dengan membuat remake berjudul The Ring. Film itu disutradarai Gore Verbinski pada tahun 2002. The Ring dibintangi Naomi Watts, Martin Henderson, David Dorfman dan Brian Cox.

Hanya saja, seperti dilansir dari horrorcultfilms, masuknya film J Horor ke Hollywood tidak lantas membawa pengaruh dan mengubah perfilman Hollywood. Sutradara AS mengalami kesulitan dalam menerjemahkan 'keseraman'karena kekuatan budayanya serta memiliki kecemasan sosial tersendiri. Oleh karena itu, saat Ringu dibuat versi Hollywood, sosok hantu Sadako pun berubah menjadi Samara.

Gore tertarik  mengangkat film Ringu setelah Walker F Parker mengirimkan salinan VHS dari original film asal Jepang tersebut. Gore lalu terinspirasi untuk membuatnya versi Hollywood. Ia juga dinilai cukup berani, karena tak memasang artis-artis papan atas Hollywood saat membuat film tersebut.

"Saya suka fim horor, dan sebenarnya sekarang menjadi lebih suka setelah membuatnya. Saya hanya berpikir mereka lebih bebas karena Anda tidak harus benar-benar menerapkan logika yang sangat ketat. Anda tinggal bereksperimen dengan suara dan gambar," kata Gore saat diwawancara BBC beberapa waktu lalu.

Karena itu saat membuat film The Ring, ia berusaha keras menjaga keaslian cerita. Namun, ada beberapa perombakan yang dilakukannya.

"Kita membuat film di Seattle dan kita fokus dengan menciptakan suasana hati yang suram, dingin. Dan saya merasa ingin mengikuti logika mimpi semacam ini, dan fokus dengan karakter utamanya. Jadi, di satu sisi, ini cukup klinis," ungkapnya.

Film ini juga mendapat pengakuan dari kritikus film dunia. Hanya saja, ada sedikit kritikan yang ditujukan pada film produksi Dreamworks Picture tersebut. Para kritikus mengangap film ini kurang mengekspose pendalaman karakter tokoh-tokohnya.

Meski demikian, kritikan itu tak memengaruhi kesuksesan film tersebut. The Ring meraup sukses di seluruh dunia. Film yang diproduksi dengan biaya US$48 juta tersebut mampu menghasilkan pendapatan sebesar US$249 juta. Catatan angka itu membuat The Ring menjadi salah satu remake yang paling laris hingga muncul sekuelnya, The Ring Two (2005) dan yang terbaru The Rings (2017)..

Sorot Film Horor Bioskop - setan - iblis

Salah satu cuplikan film horor luar negeri. (REUTERS/Jon Nazca)

Kesuksesan film The Ring juga membawa pengaruh besar film-film horor Asia lainnya di Hollywood. Para sineas di industri film paling bergengsi itu berlomba-lomba membuat remake dari film horor Asia. Tak hanya Jepang, tapi juga Korea Selatan dan Thailand, seperti The Grunge, The Eye, A Tale of Two Sisters, One Missed Call dan Dark Water.