Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 12 Juni 2017 | 07:32 WIB
  • Bisnis Apa Saja di Indonesia Pasti Untung

  • Oleh
    • Maya Sofia,
    • Anry Dhanniary
Bisnis Apa Saja di Indonesia Pasti Untung
Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Co-founder Frame A Trip Dian Sastrowardoyo di Jakarta.
File Not Found

VIVA.co.id –  Sebuah startup kembali lahir di Indonesia. Mengusung nama Frame A Trip, startup yang belum berumur satu tahun ini membidik bidang fotografi. Lumrahnya startup kebanyakan, Frame A Trip juga diisi sosok-sosok muda, seperti Michael Tampi sebagai CEO, Arief Subardi sebagai COO, Damon Hakim sebagai CMO, Hermawan Sutanto sebagai Sales Advisor, dan Dian Sastrowardoyo sebagai Chief of Partnership.

Di antara para co-founder Frame A Trip yang didominasi pria tersebut, terselip satu perempuan yang namanya sudah tak asing lagi. Dia adalah Dian Sastrowardoyo yang tak lain adalah salah seorang aktris Indonesia. Lewat perannya sebagai Cinta di film Ada Apa dengan Cinta?, Dian sukses membetot perhatian publik Tanah Air.

Kini, pemilik nama lengkap Diandra Paramita Sastrowardoyo itu tak hanya bergelut di dunia akting. Ia juga merambah usaha rintisan digital atau startup yang sedang naik daun dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan gagasan membangun sebuah marketplace yang menghubungkan para pelancong dengan fotografer lokal, Dian dan empat co-founder lainnya mendirikan Frame A Trip. Seperti apa konsep startup baru ini dan apa yang membedakannya dengan kompetitor? Dian Sastrowardoyo memaparkannya kepada VIVA.co.id beberapa waktu lalu.

Berikut wawancara selengkapnya:

Bisa dijelaskan apa itu Frame A Trip?

Saya bersama teman-teman patungan bikin startup baru dan menurut kami ini peluang yang unik banget dan belum banyak orang masuk ke persoalan ini. Jadi kita buat startup yang bernama Frame A Trip. Frame a Trip itu adalah sebuah marketplace yang ingin mempertemukan semua wisatawan atau traveller untuk bisa bertemu dengan fotografer lokal. 

Jadi kita melihat banyak tren, apalagi dewasa ini dengan banyaknya generasi millennial yang masuk lingkungan kerja. Jadi mereka sudah menjadi bagian dari workforce, mereka sudah punya income sendiri, mereka sudah punya spending power

Dengan dia punya spending power, ternyata mereka punya keunikan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Khususnya generasi millennial itu sangat dekat dengan teknologi dan mereka itu juga sangat ingin menikmati hidup. Kalau zaman dahulu kita kalau punya gaji kita menabung atau beli mobil, dia enggak. Jalan-jalan dahulu. Jadi itu menarik banget dan kita melihat makin banyak tren ini berkembang.

Nah apalagi pas kemarin kita lihat laporannya Mastercard. Dia meramalkan bahwa growth dari industri travelling atau traveller sendiri itu akan enam persen per tahun. Itu bisa akan berkembang sampai tahun 2021.  

Kita lihat subur banget dong dan di Indonesia, sekarang saja wisatawan sudah mencakup 10,6 juta per tahunnya. Dengan pertumbuhan enam persen per tahun kebayang akan lebih besar lagi. Jadi kita melihat peluang ini dan ini ranah yang seksi banget buat kita.

Michael Tampi, dia juga orangnya sangat dekat dengan bisnis fotografi dan saya tuh masuk bisnis ini kenapa? Karena saya berangkat dari fotomodel 20 tahun lalu. Jadi benar-benar lumayan akrab sama industri fotografi, teman-teman fotografer. 

Saya juga melihat kayaknya saya lumayan tahu tantangannya teman-teman fotografer itu kayak bagaimana. Dengan adanya kita bikin marketplace ini, kita saling memberdayakan teman-teman fotografer, jadi makin lebih berdaya lagi. Tapi anak-anak millennial yang posting di social media juga kita berikan,'Daripada elo selfie, daripada elo pakai timer, mending kita sediakan fotografer profesional.’

Lihat juga: VIDEO Dian Sastro Terjun ke Dunia Startup Fotografi

Sudah berapa lama Frame A Trip berdiri?

Kita sudah hampir setahun sebenarnya. Cuma kita baru banyak share ke media itu baru sekarang karena kita tahu kalau misalnya bikin bisnis baru kita inginnya lebih nyaman dahulu sama business model-nya, baru kita mulai share.

Nah kita tuh rencananya dalam 10 tahun sudah menjadi nomor satu di internasional. Jadi kita memang sedikit ambisius. Tapi harus optimis karena kalau enggak kayak begitu kita juga enggak lari. Kerja kan harus lari, enggak boleh jalan enak-enakan.

Selanjutnya....Membangun Bisnis

File Not Found