Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 2 Oktober 2017 | 07:35 WIB
  • 'Kami Takut dengan Parpol Berduit'

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Mustakim,
    • Ikhwan Yanuar,
    • Rifki Arsilan
'Kami Takut dengan Parpol Berduit'
Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar
File Not Found

VIVA.co.id – Oktober 2017 akan menyita waktu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Kesibukan Cak Imin, begitu dia biasa disapa, akan bertambah karena harus menyiapkan partai yang dipimpinnya menghadapi momentum tahun politik.

Dua ajang penting yang mesti diarungi PKB yaitu Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019. Konsolidasi ke berbagai daerah menemui kader untuk memanaskan mesin partai terus dilakukan.

Untuk Pilkada serentak 2018 ada sejumlah daerah yang menjadi prioritas PKB. Salah satunya Jawa Timur, yang akan menggelar Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Komunikasi intens penjajakan koalisi masih dimantapkan untuk menentukan pasangan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

"Saat ini masih terus secara intensif pertemuan dengan partai-partai lain, mungkin akhir bulan atau Oktober 2017 pasangan sudah terbentuk," kata Cak Imin, Senin petang pekan lalu, saat menerima VIVA.co.id, di ruang kerjanya, lantai dua, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Kursi Jawa Timur satu akan menjadi pertaruhan PKB. Potensi suara dukungan Nahdliyin jadi acuannya. Kemenangan di Jatim jadi target utama PKB untuk merangkul kekuatan menghadapi Pemilu 2019.

Merebut kursi Gubernur Jatim bukannya tak ada hambatan. PKB dan Gus Ipul kemungkinan besar akan ditantang kader dari Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa.

Tak hanya Jatim, Pemilihan Gubernur Jawa Tengah dan Jawa Barat juga menjadi pembicaraan Cak Imin. Kader internal yang mantan menteri di Kabinet Kerja, Marwan Jafar siap diusung PKB untuk merebut kursi Gubernur Jawa Tengah. Untuk tanah Pasundan, PKB memastikan mengusung maju Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

"Jawa Barat sudah ke Ridwan Kamil atau Emil. Tinggal kita lagi proses mendiskusikan calon wakil gubernurnya," tutur politikus kelahiran Jombang, 24 September 1966 tersebut.

Persiapan Pemilu 2019 yang salah satunya ajang pemilihan presiden juga disinggung Cak Imin. Ia memberi jawaban terkait kabar kader PKB yang mendorongnya maju sebagai bakal cawapres. Selain itu, adik kandung Abdul Halim Iskandar ini juga bicara dana parpol hingga Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Ormas.

Berikut wawancara Cak Imin dengan Hardani Triyoga, Mustakim, dan Rifki Arsilan dari VIVA.co.id.

Bagaimana persiapan PKB menghadapi Pilgub Jatim?

Iya, kami sudah putuskan ke Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dan mengajak partai-partai lain untuk berkoalisi. Dan, kami sudah mempersiapkan seluruh sistem pemenangannya, lalu jaringan kekuatan partai kami, tinggal menambah jaringan partai-partai lain. Nah, dalam konteks ini yang paling intensif berdiskusi dan bicara ya PDI Perjuangan. Nanti calon cawagubnya ditentukan oleh partai-partai pengusung non-PKB, terutama partai PDI Perjuangan. Jadi, saat ini masih terus secara intensif pertemuan-pertemuan dengan partai-partai lain, mungkin akhir bulan atau awal bulan depan pasangan sudah terbentuk.

Artinya, PDI Perjuangan sudah konfirm koalisi bersama PKB di Jatim?

Iya, sudah firm. Tinggal penentuan cawagubnya saja.

Itu berarti Gus Ipul nanti mewakili PDI Perjuangan atau PKB?

PKB. Nanti PDI Perjuangan mewakili Wagub, atau PDI Perjuangan dengan partai-partai lain.

Sejauh ini sudah menghasilkan nama pendamping Gus Ipul?

Belum. Sebenarnya banyak alternatif, Cuma kita tidak bisa melihat secara langsung, jadi silakan PDI Perjuangan yang menjajaki atau partai lain yang mau ikut bergabung.

Selain PDIP, partai mana saja yang sudah berkomunikasi dengan PKB untuk Jatim?

PDI Perjuangan, PKS, PAN, Gerindra, Nasdem, PPP, Golkar juga.

Mengapa PKB lebih memilih Gus Ipul dibanding tokoh-tokoh lain?

Saiful ini kan memang orang PKB dari dulu, termasuk pengurus PKB waktu itu. Pernah menjadi pemimpin PKB di Jawa Timur. Dari segi regenerasi, beliau mantan Wakil Gubernur, dari segi survei bagus, dari segi soliditas para kiai-kiai NU ke dia hampir bulat. Jadi lengkap sudah. Dia berpengalaman.

Selanjutnya, Duet Gus Ipul-Khofifah

File Not Found