Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 17 Juni 2017 | 05:24 WIB
  • Bahaya Pakai Coca-Cola sebagai Minyak Tanning, Ini Alasannya

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Linda Hasibuan
Bahaya Pakai Coca-Cola sebagai Minyak Tanning, Ini Alasannya
Photo :
  • REUTERS
Botol minuman ringan Coca Cola.

VIVA.co.id – Banyak informasi yang memperingatkan bahaya tanning kulit terhadap kesehatan, namun metode mencokelatkan kulit ini masih banyak dilakukan dilakukan. Bahkan, tanning telah menjadi tren beberapa tahun terakhir.

Kini, tidak hanya menggunakan minyak tanning, tetapi yang terbaru adalah tanning dengan menggunakan minuman bersoda berwana cokelat, Coca-Cola.

Dikutip dari Teen Vogue berdasarkan catatan dari Allure, beberapa orang menuangkan minuman ringan itu ke seluruh tubuhnya sebelum berjemur di bawah matahari.

Dengan cara itu, mereka berharap mendapatkan warna kulit lebih cokelat, karena terbakar matahari dan efek dari minuman tersebut. Jika pengguna melihat hasilnya, kemungkinan karena fakta bahwa minuman soda tersebut mengandung banyak warna kimia, yang dapat memberikan tampilan warna cokelat dengan cepat.  

Namun, seperti minyak tanning yang tidak memiliki perlindungan SPF, teknik ini pun jauh dari kata  aman. Ahli kulit Mona Gohara, dalam esainya menulis bahwa tidak ada informasi ilmiah yang mendukung gagasan bahwa mengolesi sebotol Coca-Cola pada tubuh Anda bisa mempercepat proses pencokelatan, tetapi pasti akan merugikan kulit Anda.

"Sebagai dokter kulit, saya benar-benar hanya bisa mengatakan satu hal. Selain fakta bahwa itu adalah kotor dan lengket, itu juga tiket untuk mengembangkan kanker dan keriput," tulis dia.

Gohara menambahkan, tidak ada tanning yang baik yang menyehatkan kulit. Karena itu, dia mengatakan bahwa lebih baik menikmati sinar matahari dengan cara yang aman, seperti menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF yang tinggi, memakai kacamata hitam dan busana yang sesuai dan topi lebar.  

Selain itu, ada hubungan langsung antara berjemur sinar matahari dan kanker kulit. Menurut Skin Cancer Foundation, banyak orang yang terkena kanker kulit akibat tanning daripada kanker paru-paru akibat merokok. (asp)