Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 17 Juni 2017 | 05:38 WIB
  • Miranda Kerr Dirayu Pejabat Malaysia Pakai Berlian Korupsi

  • Oleh
    • Finalia Kodrati
Miranda Kerr Dirayu Pejabat Malaysia Pakai Berlian Korupsi
Photo :
  • instagram.com/mirandakerr
Miranda Kerr

VIVA.co.id – Nama Miranda Kerr yang baru saja resmi menjadi istri dari Bos Snapchat, Evan Spiegel dikait-kaitkan dengan konglomerat Malaysia, Jho Low yang tersandung kasus korupsi sebesar US$4,5 miliar. Kabarnya, saat belum menikah, Miranda pernah menerima hadiah perhiasan mewah dari Jho Low dengan harga yang mencengangkan.

Hal itu terungkap dalam berkas pengadilan yang diajukan oleh pemerintah Amerika Serikat. Miliarder ini mendekati supermodel tersebut dengan menghujaninya perhiasan mewah. Ia pertama kali memberikan model seksi ini hadiah di Hari Valentine 2014, tak lama setelah Miranda bercerai dari Orlando Bloom.

Low memberikan hadiah perhiasan yang dipesan khusus dari perancang di New York, Lorraine Schwartz seharga US$1,29 juta atau setara dengan Rp17 miliar. Perhiasan itu berupa berlian berbentuk hati seberat 11,72 karat.

"Low membeli perhiasan itu sebagai hadiah untuk Miranda Kerr, warga negara Australia," tulis berkas tersebut seperti dilansir dari News.com.au.

Low terkenal sangat terobsesi dengan Miranda. Ia tak hanya sekali memberikan hadiah berlian untuk model tersebut. Low kembali membelikan Miranda liontin berlian seberar 8,8 karat seharga US$4,5 juta atau setara dengan Rp60 miliar. 

Ia juga membelikan kalungnya, cincin, anting, dan juga gelang yang serasi. Low memberikan hadiah tersebut saat mereka berada di kapal pesiar barunya.

Pada Oktober 2014, pengusaha ini juga kembali membelikan anting berlian seberat 11 karat dengan harga US$1 juta atau setara dengan Rp13 miliar.

Namun, uang untuk membeli perhiasan tersebut adalah hasil dari korupsi. Low terlibat dalam skandal megakorupsi yang terkenal dengan nama 1MDB. Dalam kasus ini, ia berperan sebagai pembuat kesepakatan dan terlibat dalam penyalahgunaan dana negara Malaysia.