Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 23:39 WIB
  • Cerita Mengejutkan Ibunda Tsania Marwah Soal Atalarik

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Ichsan Suhendra
Cerita Mengejutkan Ibunda Tsania Marwah Soal Atalarik
Photo :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
Atalarik Syach: Panasonic Gobel Awards

VIVA.co.id – Silvia Mahrie, Ibunda Tsania Marwa, rupanya sempat tak merestui hubungan anaknya dengan Atalarik Syach. Sebagai seorang ibu, Silvia telah melihat ada yang tak benar dalam hubungan tersebut.

Silvia sempat membicarakan hal itu kepada Marwa dan ayahnya. Apa daya, saat itu Marwa tetap bulat kepada tekadnya untuk hidup bersama pria yang akrab disapa Arik tersebut.

"Saya sempet ngomong sama Marwa, sama papanya, tetapi ya itu takdir Tuhan kali ya yang memang harus Marwa jalanin dan saya juga ngadepin," kata Silvia, saat diwawancara di Pengadilan Agama (PA) Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa 20 Juni 2017.

Sebagai bentuk tidak setuju, Silvia tak datang saat Marwa dan Arik mengikat janji suci pada 10 Februari 2012. Ada hal yang begitu mengganjal bagi Silvia yang buat tak rela melepas anaknya bersama Arik.

"Waktu itu. saya enggak menyetujui pernikahan mereka. Karena, saya melihat sesuatu dalam diri Arik, yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri," ujarnya.

Setelah akad nikah berlangsung, Silvia mengaku tidak mau egois. Ia coba menerima Arik dalam keluarganya. Kini, firasat tersebut baru terbukti, saat Marwa menyatakan ingin berpisah dari Arik.

Dibentak Arik

Dalam kesempatan itu Silvia pun mengaku pernah diperlakukan tidak sepantasnya oleh sang menantu. Kala itu, Arik memarahinya dengan nada tinggi dan kata-kata yang tidak sepatutnya.

"Suatu hari, saya pernah ada ribut. Bukan ribut, tetapi didudukin sama Arik, dibentak-bentak, dituding-tuding, sampai saya nangis-nangis," ceritanya.

Tak banyak hal yang bisa dilakukan Silvia saat itu. Ia berplkir, anaknya masih hidup bersama Arik. Padahal, kala itu, pemicunya bukan hal besar. Namun, Arik menanggapinya dengan marah yang meledak-ledak.

"Cuma saya sabar waktu itu, karena saya mikir anak saya masih sama dia. Kalau saya ngelawan, gimana anak saya nanti, di apa-apain sama dia," ujarnya.

Silvia hanya bisa menasehati Arik. Ia coba membandingkan kehidupan pernikahannya dengan Arik dan Tsania yang baru menginjak di tahun kelima.

"Saya bilang ke dia (Arik), seumur hidup mama dan seumur hidup papa, kita enggak pernah ada berkata keras, bentak, apalagi membentak terhadap mertua," katanya. (asp)