Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 17 Juni 2017 | 15:15 WIB
  • Kafe Ini Rekrut Penyandang Tuli Sebagai Karyawan

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Bimo Aria
Kafe Ini Rekrut Penyandang Tuli Sebagai Karyawan
Photo :
Halaman depan menu kafe difabel, Café de las Sonrisas

VIVA.co.id – Sebuah kafe di Nikaragua punya pelayanan yang berbeda ketika menyambut pengunjungya. Saat masuk ke kafe, pengunjung akan disambut oleh seorang pelayan yang tersenyum, mengulurkan sebuah menu, dan menunjuk ke sebuah meja.

Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, para pelayan langsung memberikan isyarat jumlah pengunjung yang datang. Hal itu karena semua pelayan di kafe tersebut penyandang tuna rungu. Dilansir dari The Huffington Post, Sabtu 17 Juni 2017, Café de las Sonrisas ("Smiles Cafe") di Granad, hanya mempekerjakan orang-orang yang tuli. Mulai dari para pelayan sampai para juru masak.

"Tujuan saya adalah agar kafe ini menjadi cermin bagi bisnis lain agar mereka mempekerjakan orang-orang cacat," kata pendiri Antonio Prieto Buñuel, yang berasal dari Spanyol.

"Ini juga untuk orang-orang (difabel) yang kerja di sini agar menghilangkan rasa takut mereka sendiri untuk bergabung ke dalam angkatan kerja," ucapnya.

Di kafe, pelanggan memesan dengan menunjuk ke item pada menu, yang memiliki simbol khusus untuk mengindikasikan substitusi. Misalnya, jika Anda memesan parfait buah, dan Anda tidak ingin yogurt di dalamnya, Anda hanya menunjuk pada ilustrasi parfait, dan kemudian pada gambar yogurt dengan huruf merah besar "X" di atasnya.

Menjelang akhir makan semua orang di meja telah belajar untuk mengatakan "terima kasih" dalam bahasa isyarat, yakni membawa satu tangan dari dagu ke telapak tangan Anda yang lain, ditangkupkan di depan Anda.

Di Nikaragua, sekitar satu dari 10 orang mengalami kecacatan, menurut angka tahun 2003. Namun sekitar 99 persen orang penyandang cacat menganggur.

Sementara hukum Nikaragua mengharuskan perusahaan mempekerjakan dua orang penyandang cacat untuk setiap 50 karyawan, meski banyak perusahaan tidak melakukannya.

"Café de las Sonrisas lahir karena 99 persen orang penyandang cacat (di Nikaragua) menganggur, Jadi saya memutuskan untuk membuka sebuah kafe di mana semua karyawannya tuli untuk menunjukkan bahwa itu berhasil," Prieto Buñuel.